Bupati Mamuju Habsi Wahid tampak sedang memimpin rapat dalam rangka meneruskan strartegi baru program Mamuju Mapaccing di Kantor Bupati Mamuju, Rabu, 29 Maret 2017. (Foto: Lisa Sari Dewi)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Dalam rangka meneruskan Gerakan Mamuju Mapaccing, Pemkab Mamuju telah menyiapkan strategi baru dengan mencoba membentuk kelompok swadaya masyarakat (KSM) sebagai Pilot Project (proyek percobaan) yang akan dimulai di enam lingkungan di enam kelurahan, yaitu Binanga (Lingkungan Danga), Kelurahan Rimuku (BTN Axuri), Kelurahan Karema (BTN Passokorang), Kelurahan Mamunyu (Transmigrasi), Kelurahan Simboro (Graha Nusa), dan Rangas (Lingkungan Landi).

“Inilah titik percobaan Mamuju Mapaccing yang akan dilakukan dalam satu tahun ini dan akan dimulai dari tingkat bawa sampai ke atas, semoga bisa tersosialisasikan dengan baik.

Tentang Mamuju Mapaccing ini, mengubah mindset (pola pikir) masyarakat itu tidak gampang, dan ini bukan program setahun tetapi akan terus berlanjut. Kabupaten Mamuju target mendapat Piala Adipura yang telah kita sepakati sebelumnya,” kata Bupati Mamuju Habsi Wahid saat memimpin rapat bersama dengan OPD di ruang kerjanya, Rabu, 29 Maret 2017.

Bupati Mamuju juga mengatakan, semua bentuk partisipasi organisasi sasaranya kepada pilot project yang ada di enam lingkungan yang sudah ditetapkan. Olehnya itu, kata Habsi, setiap hari Minggu di lingkungan yang sudah ditetapkan mulai berlangung aktifitas kebersihan yang dilakukan oleh KSM dan lembaga organisasi terkait. Pada hari Jumat, dilanjutkan oleh ASN dan pelajar di tiap sekolah.

Masih Habsi, KSM bukan bekerja tanpa pamrih tapi akan biaya operasionalnya. “Jadi saya harapkan kelurahan dan lingkungan serta masyarakat bisa melakukan musyawarah untuk menetapkan berapa jumlah swadaya dalam KSM yang akan dibayar dari hasil retribusi sampah yang diterima Rp 5.000 setiap rumah tangga. Hal ini sesuai Peraturan Daerah (Perda). Tumpukan sampah itu kemudian oleh dinas kebersihan akan diteruskan ke tempat pembuangan akhir.

Sekadar diketehui, terkait persiapan membentuk KSM, Bupati Mamuju melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Pemkab Mamuju juga telah menyiapkan Handy Talky (HT) yang akan digunakan sebagai alat penyambung informasi antara kelurahan dan dinas kebersihan.

Dengan HT ini akan kian memudahkan komunikasi perihal tumpukan sampah yang belum diangkut. Jumlah HT yang akan itu sebanyak 50 buah.

LISA SARI DEWI/HUMAS PEMKAB MAMUJU

TINGGALKAN KOMENTAR