Bupati Mamuju Habsi Wahid (dua dari kanan) dalam acara SIOLA, Kamis, 27 April 2017. (Foto: Lisa Sari Dewi)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Stimulasi, intervensi, optimalisasi pelayanan untuk anak-anak (SIOLA) merupakan program Pemkab Mamuju yang berjalan sejak tahun 2012.

Gerakan ini, dalam kerjasamanya dengan degan LSM Yayasan Karampuang, Unicef dan PTTEP Malunda Limited Indonesia, kembali torehkan prestasi berupa penghargaan Platinum Award di The 9th Annual Global CSR Summit & Awards 2017.

Ini penghargaan tertinggi kategori program komunitas terbaik yang dilaksanakan di Malaysia baru-baru ini.

Dengan itulah maka PemkabMamuju, PTTEP Malunda Limited bersama Yayasan Karampung dan Tim SIOLA Mamuju menggelar ramah tamah yang dihadiri sejumlah kru media nasional dan media lokal di d’Maleo Hotel & Convention Mamuju, Kamis, 27 April 2017.

Di acara itu Wakil Bupati Mamuju Irwan SP Pababari menyampaikan, kehadirian perusahaan besar dari Thailand, PTTEP dengan dana CSR-nya, yang dijadikan sumber dana—salah satunya—oleh Yayasan Karampuang, Mamuju.

Yayasan ini kemudian telah menjadi ‘petunjuk dan kompas’ dalam penyaluran dana CSR perusahaan besar itu, yang salah satunya lahirlah program SIOLA.

“Yakin saja bahwa sedikit banyak ada campur tangan orang daerah untuk kesuksesan SIOLA itu ada dan keberadaan PTTEP di sini sangat membantu pemerintah daerah,” kata Irwan.

Masih Wakil Bupati Mamuju, “Harapan kami nantinya bukan hanya dari perusahaan PTTEP Malunda Limited saja yang memberikan sumbangsihnya, tapi ada perusahaan lain juga yang ikut berpartisipasi. Sekali lagi penghargaan ini adalah milik kita semua.”

Di tempat yang sama, Bupati Mamuju Habsi Wahid yang pertama kali meresmikan SIOLA yang dibangun oleh PTTEP pada SIOLA Pasir Putih Kecamatan Tapalang Barat pada Januari 2013 mengatakan, SIOLA akan menjadi kebijakan setiap tahunnya dan akan terus dilakukan pembinaan.

“Pastinya di Mamuju tak ada lagi anak yang tak tuntas wajib belajar 9 tahun,” kata Habsi.

LISA SARI DEWI/HUMAS MAMUJU

TINGGALKAN KOMENTAR