Suhardi Duka (SDK), salah satu figur bakal calon Gubernur Sulawesi Barat pada Pilgub 2017 yang didampingi para tim sukses dan juru bicaranya ketika silaturahmi dan dialog dengan awak media di Mamuju, Minggu malam, 28 Agustus 2016.

TRANSTIPO.com, Mamuju – Sekitar dua pekan lebih Suhardi Duka (SDK) “tak bergerak”. Kini, salah satu bakal calon Gubernur Sulawesi Barat pada Pilkada 2017 nanti kembali “turun gunung”.

SDK yang didampingi Sukri Umar kembali bersua dengan awak media. Silaturahmi atau kopi darat ini berlangsung di Warkop Hero Mamuju, Minggu malam, 28 Agustus 2016.

“Ini bukan konferensi pers melainkan sekadar komuniksi antara SDK dan wartawan yang ada di Mamuju,” kata Marwan, orang dekat SDK.

“Kita tak akan bicara SDK-Kalma di Pilgub Sulawesi Barat, tapi kita akan bicara visi-misi serta apa saja yang akan dilakukan SDK-Kalma jika terpilih jadi Gubernur Sulawesi Barat. Kami mau SDK muncul di media,” kata Marwan lagi.

Hingga kini, jelas Marwan, sudah ada beberapa partai yang menjalin komunikasi dengan dirinya. Tapi baru Partai Demokrat yang telah resmi beri rekomendasi kepada SDK-Kalma.

“Sudah ada beberapa partai yang saya temui dan melakukan komunikasi melalui petingi-petinggi partainya, seperti Golkar, PKS, PPP, dan Hanura,” kata SDK.

“Politik itu ada yang suka dan ada yang tidak. Seperti halnya figur yang akan maju di Pilgub 2017. Setiap warga negara berhak berniat dan bertekad untuk maju menjadi pemimpin di suatu daerah dengan melalu proses dan persyaratan yang ada,” kata mantan Bupati Mamuju dua periode ini.

“Pengalaman saya selama jadi bupati, saya bisa menurunkan angka kemiskinan satu persen pertahun. Potensi-potensi usaha kita sebaiknya dikelola para pengusaha-pengusaha lokal, kecuali jika usaha itu skala besar. Masalah BPJS, kalau wartawan juga tak punya BPJS maka kita akan berikan,” janji SDK.

RISMAN/ZULKIFLI/ARWIN

TINGGALKAN KOMENTAR