Tampak Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar, Kapolda Sulawesi Barat Brigjen Pol Baharuddin Djafar, dan Bupati Mamuju Habsi Wahid foto bersama seusai gelaran Upacara HUT ke-72 Polri, Mamuju, 11 Juli 2018. (Foto: Arisman)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Di Mamuju kota kini, Rabu, 11 Juli 2018, ramainya tak seperti hari-hari biasanya. Ada apa gerangan yang membuat ibu kota provinsi ini ramai?

Bukankah hari ini adalah hari kerja kantoran seperti biasanya? Memang, bukan hari libur, tapi ada satu penanda, yakni hari ini adalah puncak HUT ke-72 Bhayangkara atau Hari Polri.

Tak sedikit orang dari luar kota datang ke pusaran kawasan yang memanjang selajur dengan panjangnya bibir pantai Mamuju.

Keramaian HUT Polri kali ini beririsan langsung dengan waktu ketika tak sedikit orang bergerak bersama dalam pengurusan penyiapan diri menghadapi Pemilu 2019. Siapa mereka? Calon caleg, salah satunya. Yang lain, dalam seonggok urusan yang kita semua tak perlu tahu.

Yang tampak di Jalan Ahmad Kirang Mamuju, di Rabu ini, adalah gelaran seremoni Polda Sulawesi Barat mewujudkan puncak Hari Polri dalam betuk upacara.

Upacara HUT ini dipimpin oleh Kapolda Sulawesi Barat Brigjen Pol Baharuddin Djafar. Hadir pula pimpinan kepolisian daerah ini di bawahnya: ada Wakapolda Sulawesi Barat Kombes Pol Endi Sutendi, dan jajaran Pejabat Utama lainnya.

Yang dari seberang, tampak hadir Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar (ABM), Danrem 142 Tatag Mamuju Kolonel Inf Taufik Shobri, Buapti Mamuju Hasbi Wahid, Dan Lanal Mamuju Letkol Siangka, dan sejumlah tamu undangan.

Seusai upacara, Ali Baal Masdar bilang bahwa anggota Polri sudah memberikan yang terbaik dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Sulawesi Barat.

“Saya apresiasi atas kinerja anggota Polri di Sulawesi Barat yang sudah memberikan rasa nyaman dan damai, terutama ketika perhelatan demokrasi yang dilaksankan bebera waktu yang lalu di dua kabupaten. Berjalan dengan kondusif dan aman,” kata Ali Baal.

Ia lanjutkan, kami berharap dengan HUT ke-72 Polri ini, anggota Polri terus memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara, terkhusus di Sulawesi Barat.

Di tempat yang sama, Kapolda Sulawesi Barat Brigjen Pol Baharuddin Djafar mengatakan, untuk meningkatkan kenetralan Polri—dalam Pilkada, misalnya—maka anggota harus membangun dirinya sendiri. Sala satu yang harus dilakukan yaitu pendekatan melalui budaya. Budaya inilah yang harus kita tingkatkan, bahwa kita ini adalah pelayan masyarakat.

“Penting bagi anggota Polri untuk meningkatkan kenetralannya dengan menjadikan budaya dalam mengayomi masyarak, itu dilakukan secara baik, benar dan dilakukan terus menerus,” sebut Kapolda.

Terkait kebutuhan persoil, ia mengatakan, saat ini kita masih butuh anggota dari yang saat ini sudah ada sekitar 32 persen dari jumlah anggota yang dibutuhkan yakni kurang lebih 12 ribu anggota untuk Polda Sulawesi Barat.

“kita masih membutuhkan anggota sekitar 7- 8 ribu untuk Polda Sulawesi Barat,” tutur Brigjen Pol Baharuddin Djafar.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR