(ki-ka) Wakil Bupati Mamuju Irwan SP Pababari, Wagub Sulbar Hj. Enny Anggraeni Anwar, Wakapolda Sulbar Kombes Pol Thajuddin sedang memusnahkan barang haram jenis narkoba di Mamuju, Selasa, 15 Agustus 2017. (Foto: Risman Saputra)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Direkrorat Reserse Narkoba (Ditrensnarkoba) Polda Sulbar, pagi tadi, Selasa, 15 Agustus 2017, melakukan pemusnahan barang haram jenis sabu dan pil obat-obatan di lapangan upacara Mapolda Sulbar, Jalan Ahmad Kirang, Mamuju.

Pemusnahan barang bukti itu dipimpin oleh Wakapolda Sulbar Kombes Pol Thajuddin, disaksikan oleh Wakil Gubernur Sulbar Hj. Enny Anggraeni Anwar, Wakil Bupati Mamuju Irwan Pababari, Kepala BNN Sulbar, Kabinda Sulbar, Danrem 142 Tatag, Ketua Pengadilan Negeri Mamuju, dan LSM Jari Manis.

Dari rincian data Polda Sulbar, barang haram yang dimusnakan tersebut sebanyak 25,1 gram jenis sabu,15.1345 pil tramadol, 975 butit THD, dan 404 butir DMP.

Kombes Pol. Thajuddin saat diwawancarai sejumlah wartawan mengatakan, ini salah satu bukti membasmi narkoba di Sulbar. Khusus untuk anggota Polri, bila memang terbukti memakai barang haram atau terbukti sebagai pengedar, maka mereka semua akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku dan tanpa terkecuali.

“Buktinya sudah ada beberapa anggota Polri yang dipecat secara tidak hormat karena terbukti terliabt dalam kajahatan jenis barang haram tersebut,” kata Thajuddin.

Masih menurut Thajuddin, hak itu menjadi komitmen kami mulai dari atas sampai ke bawah. Siapa pun anggota yang terlibat, maka mereka akan diproses  sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Tidak menutup kemungkinan jika terbukti maka mereka akan beranasib sama dengan beberapa anggota lainnya yang dipecat,” tegas Thajuddin.

Barang haram yang dimusnakan hari ini bila dirupiahkan, nominalnya berapa? Thajuddin menjawab, “Kalau dilihat dengan barangnya bisa jadi miliaran rupiah.”

“Untuk di Sulbar sendiri bila dinominalkan harga dari barang haram yang dimusahnakan hari ini kira-kita sekitar Rp 1,5 miliar,” ungkap Thajuddin.

Masih Thajuddin, daerah yang seringkali ditangkap karena narkoba atau barang haram itu ialah di Kabupaten Polman. “Seringkali terjadi karena Polewali merupakan derah yang dekat dengan Sulsel yang dikenal dengan istilah segi tiga emas. Sehingga Polman mudah dimasuki pengedar barang haram yang dibawa dari daerah lain,” urai Thajuddin.

“Bila dipresentasikan barang yang didapat dan dimusnakan hari ini 50 persen berasal dari Polman,” kata Thajuddin.

Kepada media, Wagub Sulbar Hj Enny Anggraeni Anwar mengatakan, kegitan ini sangat baik, dimana pemusnahan barang haram ini merupakan salah satu cara untuk menjadikan provinsi ini bersih dari narkoba jenis sabu dan pil obat-obatan.

“Harapan kami ke depan, Polda Sulbar terus melakukan kegiatan ini agar Sulbar aman dari narkoba,” kata Wagub Enny.

Olehnya itu, masih Enny Anggraeni, kami selaku Pemerintah Provinsi Sulbar berkomitmen bersama Polda Sulbar dan BNN untuk memberantas narkoba yang ada di Sulbar, baik itu pemakai, pengedar maupun bandarnya.

“Bila ada ASN yang menggunakan narkona maka ia akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Wagub Sulbar ini.

RISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR