Foto bersama susai pelantikan Pengurus Pospera Sulbar. Tampak Salim S. Mengga (tengah, kemeja batik kuning kecoklatan) berada di tengah-tengah pengurus Pospera Sulbar, Aula Grand Mutiara Hotel, Minggu malam, 27 November 2016. (Foto: Zulkifli)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Sekitar lima menit saja Salim S. Mengga pidato. Terbilang singkat. Tapi nyaris setiap menit, hadirin yang sekitaran 300 orang itu bertepuk sekuat-kuatnya.

Dari awal sudah diserukan oleh panitia pelaksana bahwa kegiatan ini adalah murni kegiatan kebangsaan, tulus untuk rakyat. Acara ini bukan politik. Tak ada hubungannya dengan Pilkada.

Pantaslah, ketika Salim S. Mengga pidato, sesekali pensiunan jenderal berbintang 2 ini ‘mengecek’ naskah dari secarik kertas yang dipegangnya. Mungkin, Salim ingin membuktikan pesan panitia yang sebelumnya beri sambutan, bahwa kegiatan ini jauh dari pesan-pesan politik Pilgub. Karena itu, ceramahnya mencerminkan sebuah pidato kebangsaan semata.

Bertempat di Aula Grand Mutiara Hotel, Minggu malam, 26 November 2016. Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) menggelar deklarasi dan orasi kebangsaan dengan tema: “Mengawal Nawacita di Bumi Malaqbi, Menjaga Pancasila dan keutuhan NKRI”.

Salim S. Mengga adalah Ketua Dewan Penasehat Pospera Sulbar. “Pospera berorientasi pada pemberdayaan dan pembelaan kepada rakyat yang membutuhkan uluran tangan untuk dibantu,” kata Salim yang disambut tepuk tangan yang meriah oleh para pengurus dan anggota Pospera.

“Menurut saya, Pospera ini sangat baik untuk Sulbar ke depan,” kata Salim. Anggota DPR RI ini menegaskan akan mundur sebagai Dewan Penasehat Pospera jika Pospera keluar dari alur dan fungsinya sebagai pembela hak-hak rakyat.

“Bagi saya kita harus berada pada jalur menjaga konstitusi kita yaitu UUD 1945, Pancasila dan NKRI. Bagi saya itu harga yang tidak boleh ditawar. Itu yang saya katakan kalau di kemudian hari saya melihat Pospera ini keluar dari alurnya, maka saya secara tegas akan mundur dari Pospera. Pospera ini organisasi kemasyarakatan, kalau dia mendaulat diri sebagai pembela hak-hak rakyat maka harus konsisten membela hak-hak rakyat. Bukan justru membela para penguasa,” tegas Salim S. Mengga.

Di tempat yang sama, Jamil Barambangi yang mewakili Gubernur, dalam sambutannya mengatakan, Sulbar berbangga dengan hadirnya Pospera.

Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Sulbar menggelar deklarasi dan orasi kebangsaan dengan tema: “Mengawal Nawacita di Bumi Malaqbi, Menjaga Pancasila dan keutuhan NKRI”. (Foto: Zulkifli)
Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Sulbar menggelar deklarasi dan orasi kebangsaan dengan tema: “Mengawal Nawacita di Bumi Malaqbi, Menjaga Pancasila dan keutuhan NKRI”. (Foto: Zulkifli)

“Sulbar berbangga dengan hadirnya satu ormas yang diberi nama Posko Perjuangan Rakyat (Pospera). Ini menunjukkan bahwa Sulbar maju lagi selangkah. Ormas ini dinahkodai oleh anak-anak muda Sulbar,” puji Jamil Barambangi.

Jamil berharap, dengan hadirnya Pospera di Sulbar, ada lagi perubahan yang akan hadir di masa yang akan datang.

“Pospera terimakasih telah hadir di Sulbar. Kepada pengurus yang terpilih, Pemprov Sulbar siap bekerja sama dan bermitra dengan kita semua. Pemerintah daerah siap dikritik, siap menerima masukan, kontribusi demi meningkatkan kesejahteraan rakyat di Sulbar. Mari kita berkolaborasi untuk menambah pembangunan Sulbar di masa yang akan datang,” kunci Jamil.

ZULKIFLI

TINGGALKAN KOMENTAR