Muchtar Baso, Wakil Ketua I Bidang Akademik STIE MM. (Foto: Arisman)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Salah satu perguruan tinggi swasta di Mamuju yang terus berbenah untuk peningkatan kualitas pendidikan adalah Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah (STIEM) Mamuju.  Dari tahun ke tahun STIE Muhammadiyah Mamuju mengalami peningkatan dari segi jumlah mahasiswanya.

Kini, kampus STIE MM telah melakukan penerimaan mahasiswa baru. “Sekarang sudah masuk proses pengenalan kampus, dulu disebut Ospek. Sekarang sudah tak ada lagi Ospek, tapi berubah menjadi Pesan Maba (mahasiswa baru),” kata Muchtar, Wakil Ketua 1 Bidang Akademik, kepada Arisman dari transtipo.com, Jumat siang, 2 September 2016 di kampus STIE MM.

Muchtar menjelaskan bahwa Pesan Maba adalah orientasi pengenalan kampus kepada mahasiswa baru mulai dari bidang akademik, dan terkhusus pengenalan organisasi keMuhammadiyahan.

“Pengenalan kampus ini bertujuan agar mahasiswa bisa memahami proses akademik, dan dapat mengetahui peraturan di dalam kampus kita,” kata Muchtar. Masih urai Muchtar, “Kita juga akan mempetakan mana mahasiswa yang kurang memahami Islam, terutama yang tak bisa baca Al Quran.”

“Kita sudah bentuk tim yang akan tangani mahasiswa yang belum bisa baca Al Quran. Kita harapkan setelah selesai Pesan Maba, ya, sudah bisa baca Al Quran,” harap Muchtar.

Bagi mahasiswa yang non Muslim, jelas Muchtar, mereka tetap harus menghadiri Pesan Maba, karena ini adalah pengenalan kampus. “Yang bersifat keyakinan tentu kita tak akan sampaikan pada mahasiswa non Muslim,” katanya lagi.

Muchtar menjelaskan, mahasiswa yang mengikuti Pesan Maba tahun ini sebanyak 559 mahasiswa. Jumlah itu berasal dari dua jurusan: Jurusan Manajemen dan Jurusan Pembangunan. “Pesan Maba ini diikuti 559 mahasiswa yang sudah diyatakan lulus untuk kuliah di STIE MM. Jurusan Manajemen sebanyak 10 ruangan dan 3 ruangan untuk Jurusan Pembangunan.

Lelaki yang bernama lengkap Muchtar Baso ini berpesan, “Dalam Pesan Maba ini diikuti dengan baik agar kelak bisa mengantar mengikuti perkuliahan secara benar dan tepat waktu.”

RISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR