Aksi solidaritas wartawan di Mamuju kepada rekan Busman Rasyid—wartawan ManakarraTV—yang telah mengalami hal tak wajar saat meliput, beberapa waktu lalu. aksi turun jalan sejumlah wartawan di Mamuju ini berlangsung di simpang lima, Simbuang, Mamuju, Jumat, 3 Februari 2017. (Foto: Risman Saputra)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Beberapa waktu lalu, salah seorang wartawan di Mamuju—namanya Busman Rasyid, wartawan ManakarraTV—diduga mendapatkan perlakukan tak wajar atau ia mengaku telah dipukul oleh salah seorang pekerja bangunan di Rumah Sakit Regional Mamuju, Sulbar. Dengan hal itulah, maka sejumlah wartawan dan beberapa aktifis dari ektra kampus (GP Ansor, PMII, GMII) turun ke jalan sebagai bentuk solidaritas kepada rekan Busman itu.

Aksi turun ke jalan ini berlangsung pada Jumat siang, 3 Februari 2017. Pusat aksi dipilih di perempatan jalan Simbuang, Mamuju.

Salah seorang wartawan senior di Sulbar, Mursalim Madjid, dipilih sebagai koordinator lapangan (Korlap). “Kami melakukan aksi solidaritas ini sebagai bentuk dukungan kami kepada Polres Mamuju dalam menangani kasus yang telah menimpa saudara kami Busman, Wartawan ManakarraTV, yang dipukul oleh salah seorang pekerja Rumah Sakit Regional, Mamuju, pada saat hendak melakukan peliputan pembagunan rumah sakit,” kata Mursalim.

Masih Mursalim, “Aksi yang kami lakukan sebagai wujud dukungan kepada polres dalam menangkap oknum yang memukul saudara kami Busman.”

Dalam orasinya, salah seorang wartawan senior lainnya, Sudirman Samual, mengatakan, polisi jangan sampai masuk angin, karena banyak kasus kekerasan yang terjadi tapi tidak kita ketahui akhirnya seperti apa. Seolah-olah kasus itu sudah ditelan bumi begitu saja.

Dari perwakilan GP Ansor, mengatakan, kami memprotes keras terhadap oknum yang melakulan penukulan terhadap saudara kami, yakni Busman, wartawan ManakarraTV.

“Kami GP Ansor berharap agar cara-cara kriminalisasi yang tidak bersahabat harus dihilangkan di provinsi yang kita cintai ini,” kata Sudirman dari GP Ansor.

Setelah melakukan aksi di perempatan Simbuang, sejumlah massa kemudian bergerak ke tempat kejadian perkara untuk melihat langsung prarekontruksi yang dilakukan oleh tim penyidik Polres Mamuju.

Kapores Mamuju mengatakan, dari hasil yang kami dapatkan, dari 5 orang yang kami periksa, insya Allah calon tersangka 1 orang yang berinisial B.

“Kami sudah lakukan prarekontruksi terhadap 5 saksi dan 1 di antara mereka menjadi calon tersangk,” kata Kapolres Mamuju AKBP Muhammad Rifai.

Aksi solidaritas dilakukan oleh sejumlah wartawan di Mamasa. Dari kota Mamasa, sejumlah wartawan ini kemudian berjalan kaki ke Polres Mamasa, Jumat, 3 Februari 2017. (Foto: Frendy Cristian)

Di Mamasa, pada Jumat siang, 3 Februari 2017, juga melakukan aksi solidaritas atas apa yang dialami oleh Busman Rasyid, wartawan ManakarraTV, Mamuju, beberapa waktu lalu.

Sejumlah wartawan di Mamasa mengecap dan mengutuk keras aksi kekerasan yang menimpa wartawan di Mamuju. Aksi sejumlah wartawan di Mamasa siang tadi dimulai dari simpang lima, kemudian bergerak ke Kantor Polres Mamasa dengan mbawa spanduk yang berisi tuntutan.

“Kami mengutuk dan mengecam keras tidakan kekerasan yang menimpa rekan kami di Mumuju, serta  meminta penegak hukum yang menangani kasus ini agar mengusut secara tuntas. Karena hal itu telah melanggar UU Pers  Nomor 40/ 1999,” kata Risal, salah seorang peserta aksi.

Aksi sejumlah wartawan di Mamasa ini diterima langsung oleh Kapolres Mamasa  AKBP Hanny Andhika. Menurut Kapolres Mamasa AKBP Hanny Andihka,  apa yang menjadi tuntukan para waratwan di Mamasa akan disampaikan ke pimpinan.

“Mari kita percayakan pada Kapolres Mumuju untuk penanganan kasus ini. Dan, terkait tuntutan teman-teman di  Mamasa, saya akan sampaikan ke pihak pimpinan,” kata Kapolre Mamasa.

RISMAN SAPUTRA/FRENDY CRISTIAN

TINGGALKAN KOMENTAR