Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mamuju H. Suparman. (Foto: Arisman)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Pengungsi dari Kabupaten Mamasa sebanyak sekitar 150 orang berada di Desa Pokkang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).

Sejumlah pengungsi dari Kabupaten Mamasa ini datang ke Desa Pokkang lantaran gempa bumi yang terjadi di Mamasa secara beruntun sudah hampir tiga pekan ini.

Sayangnya, bantuan untuk para pengungsi ini dinilai lambat. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mamuju Haji Suparman ketika ditemui di kantornya di Mamuju pada Rabu, 21 November 2018.

Katanya, lambatnya bantuan itu karena kurangnya koordinasi antara pemerintah desa, pemerintah kecamatan ke Pemrintah Kabupaten Mamuju.

“Terkait pengungsi akibat gempa bumi, warga Mamasa yang ada di sana (Desa  Pokkang) secara struktural dan secara resmi pemerintah setempat, baik kepala desa maupun camat belum ada laporan yang masuk ke dinas sosial,” ujar Haji Suparman.

Lelaki asal Bima, Nusa Tenggara Barat ini mengatakan, kemarin suda ada pemerintah dari Sekretaris Daerah Kabupaten Mamuju untuk turun melihat pengungsi yang ada di Desa Pokkang, dan saya sudah perintahkan anggota saya untuk turun mendata berapa jumlah pengungsi kemudian difota.

Ia juga bilang, tanyakan apa kebutuhan yang mendesak untuk segera kami laporkan ke bupati.

“Anggota kami hari ini (Rabu, red) sudah turun untuk mendata warga pengungsi dari Mamasa yang ada di Desa Pokkang, Kecamatan Kalukku, untuk dilaporkan ke bupati. Insya Allah dalam waktu dekat ini sudah ada hasil,” ujarnya.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR