Foto: Net.

TRANSTIPO.com, Mamuju – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju belum membuka pendaftaran tahap pertama untuk penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak kerja (P3K).

Hal ini disampaikan Sekretaris BKD Mamuju Ridho Achamdi saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat, 8 Februari 2019.

Ridho Achmadi mengatakan, pemerintah daerah mendukung dengan adanya perekrutan P3K, namun ada kebijakan dimana Bupati dalam hal ini Habsi Wahid termasuk Sekda Mamuju agar mempertajam kembali informasi terkait P3K ini, di mana ada sala satu poin dalam surat edaran itu bahwa pembebanan anggaran ada di pemkab.

“Pemerintah daerah menyambut baik P3K ini, namun sampai saat ini kami belum  membuka penftaran, kami diperintahkan untuk mempertajam kembali informasi hal-hal yang terkait demgan P3K,” Jelas Ridho Achamdi.

Ridho menambahkan, kendala yang paling utama adalah penganggaran karena kita ketahui jika APBD kita suda ketuk palu artinya sudah terplot pos -pos anggaran masing-masing pemerintah sedangkan kebijakan terkait penerimaan P3K mengarahkan supaya penganggaran berada di APBD.

“Uang apa yang akan kita gunakan untuk membayar jika kita angkat, misalanya terhitung mulai Maret, April sudah harus digaji, jika anggaran tidak ada, kita mau pake bayar apa ke mereka,” papar Ridho.

Tapi menurut Ridho, saat ini mereka sudah menyiapkan surat untuk memepertanyakan beberapa hal terkait P3K untuk dikirim ke Kemenpan RB.

“Hari ini atau besok suratnya sudah mengarah ke Jakarta bersamaan dengan Kabupaten lain,” ungkap Ridho.

Ia juga mengatakan arahan dari pak Sekda agar eks K2 ini agar tenang dulu, biar kami follow-up seperti apa kejelasan arahan dan kebijakan dari pusat baru kita laporkan ke bupati untuk tindak lanjutnya.

“Intinya pemerintah daerah pasti mengeluarkan surat resmi terkait P3K, apa itu jadwal penerimaan atau hal yang terkait dengan P3K dan sekali lagi tunggu berita langsung dari BKD atau pemerintah daerah,” tutup Ridho. (Tanyangan ini Dikerjasamakan dengan Pemerintah Kabupaten Mamuju)

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR