Ketua Panwaslu Kecamatan Tapalang Arman saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan FGD tentang Pengawasan Pemilu Partisipatif di Hotel Tamborang Mamuju pada Kamis, 6 Desember 2018. (Foto: Arisman)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, menggelar Forum Grup Discussion (FGD) tentang Pengawasan Pemilu Partisipatif di Hotel Tamborang Mamuju pada Kamis, 6 Desember 2018.

Acara ini dibuka oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Mamuju Rusdin, didampinggi Ketua Panwas Kecamatan Tapalang Arman dan anggota Panwas Tapalang lainnya. Pesertanya adalah kalangan pelajar, mahasisiwa, Majelis Ta’lim, tokoh pemuda, organisasi masyarakat, dan tokoh Adat dari Kecamatan Tapalang.

Arman mengatakan, target kami bagaimana memicu partisipasi masyaraakat agar mereka sadar bahwa pengawasan pemilu itu bukan hanya tugas penyelenggara pemilu, tapi juga peran serta masyarakat dibutuhkan.

“Kami menganggap masyarakat itu adalah mitra kerja kami, baik itu pemerintah setempat, OKP dan semua organisasi berperan penting dalam menyukseskan Pemilu 2019,” ungkap Ketua Panwaslu Tapalang Arman.

Tentang potensi kerawanan, Arman bilang, kami melihat di Kecamatan Tapalang memang ada daerah yang rawan terutama TPS yang ada di pegunungan. Pengalaman waktu pilgub kemarin, ada beberapa tempat yang kami anggap rawan konflik.

“Kalau di Kecamatan Tapalang ada beberapa desa yang agak jauh dan sulit diakses, dan itu kami anggap sangat rawan karena jalan untuk menempuh ke desa tersebut sangat jauh dan medan ke sana sangat menantang,” ucap Arman.

Tapi dengan fakta itu, tambah Arman, sebagai langkah pencegahan, kami Panwaslu Kecamaatan Tapalang telah melakukan pendekatan kepada masyarakat, mulai dari tokoh Adat, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.

Beliau-beliau itulah, katanya, kami harapkan beri pemahaman kepada mereka agar mereka sadar dan mengetahui potensi kecurangan dan itu bisa diantisipasi.

“Kami berharap semua peserta yang sudah mendapatkan ilmu dari FGD ini, agar mereka bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya masyarakat Kecamatan Tappalang dalam hal mengatasi dan menghindari pelanggaran yang kemungkinan terjadi di tengah masyarakat,” tutup Arman.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR