Rapat koordinasi dalam rangka penanggulangan penyalahgunaan narkoba secara terpadu di wilayah Sulbar, Rabu pagi, 12 Oktober 2016. Acara ini dilaksanakan di Auditorium Kantor Gubernur Sulbar, mulai pukul 09:00 wita. (Foto: Andi Arwin)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Kepolisian Daerah (Polda) Sulbar dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulbar kerja sama melaksanakan rapat koordinasi dalam rangka penanggulangan penyalahgunaan narkoba secara terpadu di wilayah Sulbar, Rabu pagi, 12 Oktober 2016. Acara ini dilaksanakan di Auditorium Kantor Gubernur Sulbar, mulai pukul 09:00 wita.

Pada rapat koordinasi ini dihadiri oleh Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh, Wakil Gubernur Sulbar Aladin S. Mengga, Sekda Sulbar Ismail Zainuddin, Kapolda Sulbar Brigjen pol Lukman Wahyu Harianto, Dandim Mamuju Letkol Arh Muh. Imran, Kapolres Mamuju AKBP Sonny Mahar Budi, kepala SKPD lingkup Pemprov Sulbar dan Pemkab se-Sulbar, serta pelbagai pemangku kepentingan (stakeholders) di Sulbar.

Kapolda Sulbar Lukman Wahyu Harianto mengaku, pihaknya banyak menemukan dan menangkap obat-obat terlarang yang tersebar di Sulbar.

“Banyak saya tangkap obat-obat daftar G yang beredar di Sulbar. Lebih miris lagi karena banyak yang kami temukam anak-anak SD kita yang mengomsumsi komix dan kratinden yang bisa memabukkan,” kata Kapolda Sulbar ini.

Dalam pemaparannya, Lukman Wahyu mencontohkan, di sekitar Lapangan Ahmad Kirang, Mamuju, dirinya kerap menemukan bekas-bekas pemakaian barang itu.

“Yang lebih aneh lagi karena banyak anak-anak SD yang mengisap lem, seperti lem kayu sampai mabuk,” kata Lukman Wahyu.

Polda Sulbar, aku Lukman Wahyu, komitmen akan mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba di Sulbar.

“Kita komitmen untuk mencegah penyalahgunaan narkoba yang ada di Sulbar. Setelah saya lakukan audit internal, ditemukan 38 atau 39 anggota kami yang hasil tes urinenya positif narkoba,” tutup Lukman Wahyu.

Di tempat yang sama, Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh dalam sambutanya mengakui, ancaman terbesar yang ada di Sulbar adalah narkoba.

“Narkoba ini bukan lagi suatu hal yang disembunyikan. Media sekarang ini sudah menyediakan informasi kepada kita dalam waktu 2×24 jam. Sekarang ini narkoba di Sulbar bukannya menurun tapi malah meningkat,” urai Anwar.

Polda) Sulbar dan BNN Sulbar kerja sama melaksanakan rapat koordinasi dalam rangka penanggulangan penyalahgunaan narkoba secara terpadu di wilayah Sulbar, Rabu pagi, 12 Oktober 2016. Acara ini dilaksanakan di Auditorium Kantor Gubernur Sulbar, mulai pukul 09:00 wita. (Foto: Risman Saputra)
Polda) Sulbar dan BNN Sulbar kerja sama melaksanakan rapat koordinasi dalam rangka penanggulangan penyalahgunaan narkoba secara terpadu di wilayah Sulbar, Rabu pagi, 12 Oktober 2016. Acara ini dilaksanakan di Auditorium Kantor Gubernur Sulbar, mulai pukul 09:00 wita. (Foto: Risman Saputra)

Menurut Anwar Adnan Saleh, bukan hanya generasi muda, saat ini narkoba juga sudah mulai masuk di tengah-tengah petani di Sulbar. Sebahagian petani tak nyaman bekerja jika tak mengonsumsi barang haram itu.

Anwar meminta, penegak hukum harus mengambil tindakan. Sekarang ini kita sudah berada pada posisi darurat narkoba. Kita berada di urutan ke-29 dari 33 provinsi pengguna narkoba.

“Pak Sekda dan pak wakil gubernur, tolong dengarkan saya. Anggaran pada tahun 2017 agar lebih diperhatikan lagi untuk mencegah penyalahgunaan narkoba,” pinta Anwar, serius.

Gubernur Anwar menambahkan, penegak hukum harus memberantas itu semua. Ambil tindakan tegas, jangan pilih kasih. Jika ada pejabat yang terlibat narkoba maka hari ini juga saya akan pecat. Full kan itu lembaga, jika full kita akan bangun lagi.

“Lakukan swiping di kantor-kantor pemerintahan, kami dukung itu demi memberantas Narkoba,” tegas Anwar.

RISMAN SAPUTRA/ANDI ARWIN

TINGGALKAN KOMENTAR