NAILA, Si Bocah Penyelamat Nyawa Satu Keluarga

1131

TUHAN masih menolong keluarga Andi Risman Djamual dan Hasni. Jika saja NAILA tak terjaga dari tidurnya, satu keluarga ini bisa fatal.  

TRANSTIPO.com, Mamuju – Zulkifli melaporkan langsung dari lokasi kebakaran rumah milik keluarga Andi Risman Djamual (35) pada Senin dini hari tadi, 19 September 2016.

Kebakaran ini terjadi ketika seisi rumah sedang tertidur pulas. Beruntung ada Naila yang baru berumur 3 tahun. Anak bungsu dari pasangan Andi Risman Djamual dengan Hasni ini terbangun dari tidurnya.

Menurut Andi Risman, memang Naila sudah terbiasa bangun tengah malam untuk berpindah tidur dari ayunan ke kamar tidur ayah-ibunya.

Pada saat Naila berjalan ke kamar itulah tiba-tiba ia melihat lidah api dari balik kamar Dewi (8), kakaknya. Seketika itu si bocah ini berteriak memanggil ibunya.

“Naila membangunkan kami saat melihat api dalam rumah. Saya melihat rak pakaian terbakar di kamar anak saya. Jadi saya langsung menyelamatkan anak saya yang masih tertidur dan membawanya keluar dari rumah. Istri saya juga awa anak-anak keluar rumah,” jelas Andi Risman.

Menurut penjelasan Andi Risman Djamual kepada Zulkifli dari transtipo.com, tak berselang lama api semakin membesar dan sudah membakar semua isi rumah.

“Kami hanya bisa memandanginya dari luar rumah. Istri saya seolah tak percaya apa yang terjadi. Tapi meski begitu istri saya tak henti-hentinya bersyukur pada Tuhan sebab semua anak-anak kami selamat,” kata Andi  Risman.

Andi Risman Djamual, istrinya Hasni, dan 5 orang anaknya: Saidan (12), Akil (9), Dewi (8), Resa (6), dan Naila (3) keluar dari rumahnya dengan pakaian yang melekat di badan.

“Saya masih paksa kembali ke rumah dan hanya sepeda motor dan SK milik istri yang saya bisa selamatkan. Yang lainnya semua sudah rata dengan tanah. Liatmiki’ sendiri pak, sudah tidak ada apa-apa to. Tapi syukurka karena istri dan anak-anakku selamat pak,” kata Andi Risman Djamual sembari menahan suara tangisnya, Senin sore di Kampung Baru, Bebanga.

Kini, keluarga Andi Risman tinggal di sebuah kios miliknya berukuran 3 x 3 meter yang tak jauh dari rumahnya yang telah dilahap api.

“Saya sudah mati akal untuk membangun rumah kembali, biar tinggal di kios dulu untuk sementara waktu. Saya bersyukur atas inisiatif masyarakat, mereka datang membantu saya tuk bikin bangunan darurat. Ada yang sumbang atap dan kayu,” kata Andi Risman.

Kru transtipo.com yang berada di lokasi kebakaran menyaksikan keluarga dan kerabat Andi berdatangan bawa sumbangan berupa pakaian, logistik, dan juga uang.

ZULKIFLI

TINGGALKAN KOMENTAR