Molimbo di Tengah Musim Panen

367
Bupati Mamuju Habsi Wahid sedang mengomandoi panen raya di Beru-beru, Kalukku, Mamuju, Rabu pagi, 24 Oktober 2016.

TRANSTIPO.com, Mamuju – Pesta raya itu tak hanya berlangsung di keramaian kota. Di persawahan pun pesta bisa dibuat seramai mungkin. Bupati Mamuju Habsi Wahid pada pagi Rabu, 24 Oktober 2016, mengunjungi Desa Beru-beru, Kalukku, Mamuju, dalam hajatan panen raya perdana dan gelaran musyawarah atau Molimbo untuk musim tanam padi Oktober – Maret 2016/2017 se-Kabupaten Mamuju.

Di tengah banyaknya warga yang berjubel di Beru-beru itu, musyawarah Malimbo dimulai yang dibuka oleh Bupati Habsi. “Dengan Molimbo kita mantapkan waktu tanam untuk meningkatkan produksi padi guna mewujudkan misi pertanian sebagai lokomotif ekonomi dan swasembada beras berkelanjutan,” begitu tema hajatan ini.

Dalam sambutan Habsi Wahid, “Kalau kita betul-betul melaksanakan teknologi sesuai dengan anjuran teknologi pertanian, mungkin saja sekarang ini jumlah produksi sawah kita yang masih 6 ton/ha bisa menghasilkan sampai 8 ton/ha.”

“Saya memahami kondisi pertanian kita, kondisi sawah kita dengan segala hambatannya. Produktivitas lahan kita yang belum maksimal adalah salah satunya. Mengapa? Karena alih teknologi pertanian kita belum optimal. Kualitas benih bukan unggulan. Sarana dan prasarana terbatas, tingkat kemampuan petani terbatas, serta penguatan kelembagaan kelompok tani dan penyuluh juga masih lemah. Inilah kendala sehingga tingkat produksi kita masih pada kisaran 5-6 ton/ha.

Melalui musyawarah Molimbo ini, Habsi mengajak masyarakat untuk bersama-sama memecahkan masalah yang dialami oleh petani demi peningkatan produktivitas pertanian kita di masa yang mendatang. Sebagai pemimpin baru yang baru enam bulan jadi Bupati Mamuju, Habsi menyampaikan, dalam rencana pembangunan jangka menengah yang telah disahkan DPRD Mamuju, tetap menitikberatkan pembangunan sektor pertanian.

“Saya menyadari jumlah penduduk Kabupaten Mamuju yakni 252 ribu jiwa, dan sekitar 62 persen penduduk kabupaten ini bergelut di bidang pertanian. Karena itu prioritas pembangunan saya lima tahun ke depan adalah sektor pertanian,” kata Habsi.

Implementasi dari komitmen membangun pertanian itu, menurut Habsi, “Tahun depan kita akan bangun irigasi di kecamatan yang memiliki potensi sawah yang baik. Sarana dan prasarana seperti jalan tani kita perbaiki untuk kelancaran aktivitas para petani.”

Habsi juga berjanji akan menambah mesin-mesin pengolahan sawah hingga pemasaran akan dikerjasamakan dengan pihak swasta. “Mesin-mesin pengolahan sawah seperti mobil panen akan ditambah 3 atau 4 buah di 2017 nanti. Mesin perontok padi (Hentraktor) saya upayakan ada. Benih unggul dan jaminan pupuk juga demikian.

Musyawarah Molimbo ini juga dihadiri oleh mantan Bupati Mamuju Suhardi Duka, Dandim 1418 Mamuju, Kapolres Mamuju, beberapa Anggota DPRD Mamuju, Tenaga Ahli Pertanian dan Iklim dari Unhas, Kepala Loka Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Barat, Kepala SKPD se-Kabupaten Mamuju, kepala desa, lurah, camat se-Kabupaten Mamuju, dan sekitar 200 petani.

ZULKIFLI

TINGGALKAN KOMENTAR