Kepala Dinas Pariwisata Mamuju Sahari Bulan (tengah) dalam jumpa pers, Mamuju, 12 Juli 2017. (Foto: Zulkifli)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Dinas Parawisata dan Kebudayaan Kabupaten Mamuju bersama Emefsi Management menggelar konferensi pers di d’Maleo Hotel & Convention Mamuju pada Rabu, 12 Juli 2017, terkait agenda kegiatan Manakarra Fair 2017.

Dalam rangka memeringati Hari Jadi Mamuju yang ke-477, Dinas Parawisata dan Kebudayaan Kabupaten Mamuju bekerja sama dengan Emefsi Management mengadakan event Manakarra Fair 2017 yang akan dilaksanakan pada tanggal 14 – 17 Juli 2017 di Anjungan Pantai Manakarra Mamuju.

“Acara Manakarra Fair ini adalah salah satu acara yang dipersiapkan dalam rangkaian hari jadi Mamuju. Karena kita tahu bahwa hari jadi Mamuju itu dilaksanakan pada tanggal 14 Juli dan untuk acara ini kita adakan 14 juli malam karena memang kita sengaja mengadakan itu sebagai bentuk ramah tamah,” jelas Sahari Bulan, Kepala Dinas Parawisata dan Kebudayaan kabupaten Mamuju.

Manakarra Fair 2017 ini nantinya akan melibatkan puluhan pengusaha dan anak muda kreatif Mamuju dari sektor makanan, fashion, aksesoris, serta jasa.

“Tujuan dari event ini adalah mempromosikan Mamuju, bukan hanya melalui Pulau Karampuang. Bukan hanya itu. tapi karena eventnya ada, jadi event ini punya Mamuju dan kami usahakan lobi ke kementerian agar event ini bisa menjadi salah satu event nasional yang bisa diagendakan oleh Kementerian Parawisata,” kata Veronica selaku Event Organizer (EO).

Selain itu, katanya, ada pula komunitas yang ikut bergabung dalam acara ini dalam bentuk berpartisipasi acara serta dalam bentuk instalasi art yang dikerjakan langsung oleh komunitas yang terkait.

Dalam acara ini 80 persen konten menggunakan lokal heroes yang bermukim di Mamuju. Konten acara ini meliputi kekayaan budaya Mamuju, yaitu tradisional dance dan fashion show ready to wear Sekomandi. Band lokal yang cukup terkenal seperti The Manakarra dan Setto Sapo serta akan ada teatrikal, stand up comedy, dan masih banyak lagi.

“Jadi, local heroes ini adalah orang-orang yang kita percayai dari EO kami mengadakan diskusi grup sebelumnya ada beberapa komunitas. Ada lebih 30 komunitas kita lakukan. Dan mereka bisa menyebutkan siapa-siapa andalannya di Mamuju. Mulai dari band, sanggar, tarian. Pokoknya hal-hal yang paling top of mainnya di Mamuju. Nah itu kita sebut local heroes. Pokoknya semua konten yang kita berikan itu semua local heroes kecuali band pendatang,”papar Veronica.

Untuk panggung MFC akan ada demo cooking dan coffee class. Selain local heroes juga ada bintang tamu dari luar daerah yaitu Rizky De Keizer dan Frontxside.

“Khusus hari pertama, itu akan lebih banyak lokal konten seperti tarian lokal, ada fashion show yang menggunakan Sekomandi, ada juga band dan kembang api. Jadi tiap hari akan berbeda-beda kontennya. Ada juga performance dari setiap kecamatan di Kabupaten Mamuju. Kami mengundang setiap kecamatan untuk menampilkan budaya masing-masing kecamatan pada pelaksanaan Manakarra Fair ini,” jelas Veronica lagi.

Keterlibatan komunitas juga di ikut sertakan dalam event ini. Ada sekitar sepuluh komunitas yang turut serta seperti Kalangkari House, Art Community, Manakarra Slankers Club, Komunitas Pendidikan, The Macz Air Softgun, My Trip My Adventure, dan Kompesdaya. Keterlibatan mereka ada di beberapa sector, yaitu dalam instalasi art membuat gate masuk, photobooth seni lukis dan instalasi kebun bunga dari barang-barang recycle.

“Nanti juga akan ada ISSEK, yaitu mahasiswa yang dari beberapa negara di Asia – Eropa kurang lebih 20 orang yang akan terlibat. Ada satu pasang kita siapkan untuk menggunakan pakaian tradisional Mamuju. Sisanya itu sementara kita bicarakan. Kita memberikan mereka waktu untuk mengadakan parade busana,” kata Veronica Wijaya diakhir konferensi persnya.

Dalam rangkaian ini para pengunjung Manakarra Fair 2017 ini akan menikmati suguhan entertainment yang akan tampil dipanggung pada pukul 15:00 – 23:00 dengan gratis.

ZULKIFLI

TINGGALKAN KOMENTAR