(Ki-Ka) Mewakili Kepala Satker SNVT Muhammad Syahrir, Bupati Mamuju Habsi Wahid, Perwakilan Kajati Sulselbar Nasrah, Ketua Tim Teknis BSPS Erick Ady Novendra duduk bersama dalam kegiatan sosialisasi pelaksanaan penerima BSPS tahun anggaran 2017 di lantai 3 Ruang Pola Kantor Bupati Mamuju, Senin, 24 Maret 2017. Acara ini dilaksanakan oleh Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Pemkab Mamuju. (Foto: Syaifuddin)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai “program bedah rumah”, terus dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Sulawesi Barat.

Program ini menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat kurang mampu dengan tidak terkecuali di Mamuju, ibukota Provinsi Sulawesi Barat.

Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Mamuju telah menggelar sosialisasi untuk penerima BSPS tahun anggaran 2017 yang berlangsung di lantai 3 Ruang Pola Kantor Bupati Mamuju, Senin, 24 Maret 2017.

Dalam laporannya, ketua tim teknis BSPS Erick Ady Novendra menyampaikan, tujuan sosialisasi ini adalah terlaksanananya sosialisasi BSPS ke calon penerima bantuan.

“Kuota BSPS untuk Kabupaten Mamuju sebanyak 320 unit yang akan ditetapkan di Kecamatan Mamuju untuk tiga kelurahan, yakni Mamunyu, Binanga, dan Rangas. Sumber dana BSPS berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melalui Satuan Non Vertikal Teknik (SNVT) Penyedia Perumahan Provinsi Sulbar,” jelas Erick.

Muhammad Syahrir Mimma, mewakili Kepala Satuan Kerja (Satker) SNVT mengatakan, BSPS untuk Sulawesi Barat tahun 2017 telah mendapat 2.000 kuota dan dibagi untuk 6 kabupaten di Sulbar ini.

“Tentu ini belum sebanding dengan jumlah penduduk kita yang sangat banyak membutuhkan bantuan tersebut, namun kami juga mengacu pada Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang ada di Kantor Staf Data Kepresidenan. Iilah yang menjadi dasar pijakan kami untuk mempreriviikasi,” jelas M. Syahrir.

Jebolan Fakultas Teknik Unhas, Makassar, Sulsel, ini juga berharap pelaksanaan BSPS tahun 2017 ini bisa berjalan dengan baik, aman, dan tidak terjadi persoalan yang bisa berdampak negatif untuk penambahan kuota di tahun 2018.

“Mudah-mudahan tahun ini, program di Mamuju ini bisa berjalan dengan baik, dan tidak ada permasalahan yang terjadi di lapangan sehingga nantinya di tahun 2018 kita usahakan bisa bertambah hingga 500 unit bantuan rumah,” harap lelaki kelahiran Sondongkayuk, Mambi, Mamasa, ini.

Bupati Mamuju Habsi Wahid (kiri) saat membuka Sosialisasi BSPS di Ruang Pola Kantor Bupati Mamuju, Senin, 24 Maret 2017. (Foto: Syaifuddin)

Sementara itu, Bupati Mamuju Habsi Wahid yang membuka secara resmi sosialisasi BSPS ini, dalam sambutannya mengatakan, melalui sosialisasi ini saya berharap kepada bapak dan ibu sekalian agar lebih serius dan konsentrasi dalam mengikuti sosialisasi ini.

“Biar semuanya bisa jelas, jangan sampai ada informasi sepihak yang menyampaikan dan bisa menimbulkan perbedaan pendapat di hari esok,” terang mantan Sekkab Mamuju ini.

Habsi Wahid juga menambahkan, “Saya beroleh informasi dari Satker, untuk Kabupaten Mamuju di tahun 2018 akan mendapatkan 500 unit. Kalau bisa kita tuntaskan dulu dalam kota Mamuju, karena tentu masi banyak masyarakat kita yang ada di dalam kota yang sangat membutuhkan bantuan dari BSPS.”

SYAIFUDDIN/HUMAS PEMKAB MAMUJU

TINGGALKAN KOMENTAR