Longsor Meluap Hingga ke Loteng

575

TRANSTIPO.com, Mamuju – Sudah hampir sepekan bencana terjadi di Desa Pammulukang, Kalukku, Mamuju tapi sampai hari ini belum ada perhatian dari pemerintah.

Bencana tanah longsor di Pammulukang ini mengakibatkan 3 rumah warga dan 1 Gereja rusak. Jalan utama di empat dusun terputus akibat tertimbun tanah longsor. Dalam musibah ini sedikitnya 97 kepala keluarga terisolasi, dan untungnya tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kerugian materil ditaksir senilai puluhan juta rupiah.

Informasi yang diperoleh transtipo.com, Jumat, 16 September 2016, bencana longsor terjadi akibat hujan deras yang mengguyur 3 dusun di Desa Pammulukang: Dusun Tatora, Dusun Batupute, dan Dusun Pondok indah.

Suharmono, seorang warga Desa Pammulukang mengatakan bahwa dirinya telah melaporkan peristiwa ini kepemerintah terkait, namun hingga saat ini belum ditanggapi.

“Laporan sudah kami layangkan secara resmi ke BPBD Mamuju bahkan ke Bupati Mamuju, namun belum ada tanggapan,” kata Suharmono.

Dirinya menambahkan, yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah alat berat untuk mengangkut material dan bekas longsor yang menimbun rumah dan jalan. Di lokasi itu banyak batu besar yang tak mampu diangkat secara tradisional oleh warga dusun.

“Aktivitas warga di dusun lumpuh, mereka tak bisa bekerja sebagaimana biasanya. Jalan antardusun sudah tak bisa dilalui. Jadi kami butuh bantuan alat berat dari pemerintah,” harap Suharmono.

Abd. Rahim, pemangku pemerintahan di Desa Pammulukang, mengatakan, betul bahwa kejadian itu sudah kami laporkan ke tingkat pemerintahan lebih atas.

“Sudah beberapa hari yang lalu kami laporkan ke BPBD Mamuju, dan sudah memohon bantuan ke Dinas Sosial Mamuju, tapi sampai sekarang bantuan belum ada yang turun,” ungkap Rahim.

Karena pemerintah lambat membantu, warga terpaksa berusaha membuka jalan dengan peralatan seadanya. Tapi dengan usaha itu kemungkinan tak akan berhasil karena ketinggian tanah mencapai 5-6 meter.

ANDI ARWIN

TINGGALKAN KOMENTAR