Ekspresi IPMAPUS Mamuju dalam sebuah kegiatan demonstrasi, beberapa waktu lalu. (Foto: Andi Arwin)

Saya anggap selama pak Anwar memimpin Sulbar, banyak sekali perubahan yang terjadi, terkhusus di PUS,” kata Zakir Akbar memulai sambutannya.

TRANSTIPO.com, Mamuju – Ketegangan yang terjadi pada Sabtu dan Minggu, 29 – 30 Oktober lalu itu telah menguap. Terpilihnya Muhammad Ahyar dengan Kevin Richard sebagai Ketua dan Sekretaris Ikatan Pelajar Mahasiswa Pitu Ulunna Salu (IPMAPUS) Cabang Mamuju, Sulbar, adalah akhir dari Musyawarah Cabang (Muscab) ketiga lembaga ini.

Ahyar dan Kevin—pemilik nomor urut 3 dalam lotre kala itu—akan memimpin IPMAPUS hingga 2018. Selamat tinggal Aula Pendopo di Jalan Ahmad Kirang, Mamuju.

Kini, atau pada Jumat malam, 25 November 2016, pengurus baru IPMAPUS Mamuju telah resmi dilantik. Acara pelantikan ini dilangsungkan di Grand Mutiara Hotel, Mamuju, Sulbar. Hotel yang bertengger di Rangas baru, Simboro itu, telah menjadi saksi kepemimpinan baru Ahyar dan Kevin—dan sejumlah pentolan mahasiswa yang berlatar belakang pegunungan Sulbar ini.

Pelantikan pengurus baru IPMAPUS Mamuju terbilang istimewa lantaran dihadiri langsung oleh Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh. Tokoh muda kenamaan lainnya berjubel.

Hadir Muh. Zakir Akbar (Ketua KKB PUS Indonesia), juga ada Iswar Nurdin (Sekum PKB Sulbar), dan sejumlah tokoh PUS lainnya yang ada di Mamuju.

Lantaran pelantikan ini, Anwar Adnan Saleh dibuat sibuk serius malam tadi. Soalnya, tepat pukul 20.00 wita, Gubernur Sulbar dua periode ini terlebih dulu membuka Turnamen Bulutangkis Flamboyan Open 2016 di GOR Riches, Mamuju. Setelah itu, Ketua Dewan Pembina KKB PUS Indonesia ini meluncur ke Ballroom Hotel Mutiara.

Mula-mula Ketua IPMAPUS Pusat Sulbar Moh. Naim Samad yang beri sambutan, disusul Zakir Akbar, dan kemudian Gebernur Sulbar Anwar Adnan Saleh.

“Harapan saya kepada pengurus untuk tetap menjaga nilai pa’pituang yang ada di IPMAPUS. Jangan ada perpecahan terjadi di IPMAPUS. Kader-kader militan yang ada di PUS harus lahir dari rahim lembaga ini,” pesan Naim Samad ketika beri sambutan.

Masih Naim, mari kita bawa IPMAPUS ini untuk menjadi organisasi yang bersifat modern, meskipun itu organisasi kedaerahan.

“Semoga kader IPMAPUS bisa melanjutkan apa yang telah dirintis dan dibangun oleh bapak Anwar Adnan Saleh,” pinta Naim.

Muhammad Said adalah salah satu mantan Ketua IPMAPUS Sulbar. Dalam sambutan singkatnya Sain mengatakan, “Banyak hal yang menjadi tugas dan tanggung jawab kader IPMAPUS ke depan. Dengan hadirnya ibu Enny Anggraeni Anwar di tengah-tengah kita sebagai salah satu Calon Wakil Gubernur Sulbar, maka saya kira itu adalah refleksi hubungan antara orang tua dengan anak. Hubungan ini akan kita teruskan,” harap Said.

Zakir Akbar Puji Karya AAS

“Saya anggap selama pak Anwar memimpin Sulbar, banyak sekali perubahan yang terjadi, terkhusus di Pitu Ulunna Salu,” kata Zakir Akbar memulai sambutannya.

Menurut Zakir, “Apa yang dilakukan oleh pak Anwar Adnan Saleh itu adalah kontributor yang sangat besar kepada PUS,” puji Zakir lagi.

Bagi Zakir Akbar, persatuan dan kekeluargaan itu harus kita jaga dengan tidak telepas kebhinekaan kita hidup berbangsa dan bernegara.

“Saya menitip pesan kepada pengurus baru untuk tetap melakukan konsolidasi. Jadikan IPMAPUS ini untuk bermanfaat bagi masyarakat banyak. Kader-kader IPMAPUS harus lakukan bakti sosial kepada Masyarakat. Kami sangat berharap kepada adek-adek untuk terhindar dari kenakalan remaja seperti Narkoba,” tutup Zakir.

Bapak pembangunan Sulbar Anwar Adnan Saleh mengaku bahwa dirinya pernah dibesarkan di organisasi. “Saya juga dibesarkan di organisasi. Sejak saya berusia 19 tahun, saya sudah masuk di organisasi PMII,” kata Anwar.

“Saya berpesan kepada anak-anakku semua untuk menghargai guru, karena kita tidak seperti ini jika tidak ada guru. Saya tidak datang sendirian di sini. Benar yang dikatakan Said bahwa saya didampingi oleh Ibu Enny selama 10 tahun,” kata Anwar.

Masih menurut Gubernur Sulbar ini, jadi karena dilahirkan oleh seorang anak yang lahir di pegunungan. Kita tidak bisa berhenti sampai di sini, kita harus berjuang dan melanjutkan pembangunan itu.

“Ke depan, kita akan bangun sekolah olahraga negeri setingkat dengan SMA di Aralle. Anggarannya sudah siap sebanyak Rp 67 miliar,” kata lelaki kelahiran PUS ini.

Anwar menambahkan, “Saya pesankan kepada anak-anakku semua bahwa rasa kekeluargaan ini akan tetap dipelihara dengan sebaik-baiknya. Kalian harus bangga menjadi orang PUS.”

“Dari tiga lembaga survei yang turun, hampir semua sama bahwa masa kepemimpinan saya selama 10 tahun itu sangat puas. Saya tidak akan bicara soal politik, namun yang jelasnya kita diikat dengan semboyan Mesakada Dipotuho Pantang Kada Dipomate,” tutup Anwar mengingatkan falsafah hidup di Pitu Ulunna Salu.

ANDI ARWIN

TINGGALKAN KOMENTAR