Korwil Kammi Sulbar Sofyan Umar (kanan) sedang melantik ketua Kammi Sulbar yang baru, Rasman Salu (kiri), berlangsung di Auditorium Lantai IV Kantor Gubernur Sulbar pada Selasa, 28 Maret 2017. (Foto: Risman Saputra)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menggelar acara milad yang ke-19, Selasa, 28 Maret 2017. Milad ini dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Kammi Daerah Sulbar dan pelantikan pengurus Kammi Komisariat region se-Sulbar untuk periode tahun 2016–2019.

Acara yang berantai ini dilaksanakan di Auditorium Lantai IV Kantor Gubernur Sulbar. Temanya: Menjadi Lokomotif Kebangkitan Bangsa untuk Jayakan Indonesia 2045.

Tokoh yang hadir, antara lain, Koordinator Wilayah Kammi se-Sulbar, Asisten Bidang Pemerintahan Pemkab Mamuju, perwakilan Polda Sulbar, alummi Kammi dan kader Kammi se-Sulbar, serta sejumlah OKP dan tamu lainnya.

Ketua Kammi Sulbar yang baru adalah Rasman Salu. Ia dilantik dan dikukuhkan oleh Sofyan Umar, Koordinator Wilayah Kammi Sulbar. Iwan—ketua panitia—dalam sambutannya mengatakan, acara ini digelar untuk memeriakan milad Kammi yang ke-19, dirangkaikan dengan pelatikan ketua terpilih serta pelantikan pengurus Kammi Sulbar dan pengurus Komisariat se-Sulbar.

Kata Iwan, Kammi terbentuk pada 29 Maret 1998 atau pada era reformasi. “Kita harus ketahui bersama selaku kader bahwa cita-cita besar Kammi adalah untuk menjayakan Indonesia di tahun 2045. Untuk itu kami berharap agar semua elemen yang ada di Sulbar baik itu di pemerintah dan pemuda kader Kammi untuk tetap bersatu dalam mewujudkan cita-cita Kammi,” urai lagi.

Iwan tegaskan lagi, “Mari kita bersama-sama wujudkan cita-cita KAMMI untuk membawa negara yang kita cintai ini ke arah yang lebih baik lagi.”

Sofyan Umar dalam sambutannya mengatakan, sesuai dengan pesan ketua pengurus besar, kepada seluruh kader di Sulbar agar senantiasa istiqamah dan pastikan gerakan Kammi ini merupakan salah satu gerakan yang berkontribusi untuk bangsa dan ummat.

“Kerja kita ke depan ialah bagaiman kita mentransformasikan gerakan Kammi ini menjadi gerakan modern. Kammi harus menjadi salah satu ladang, salah satu laboraturium untuk mencetak pemimpin masa depan,” kata Sofyan Umar.

Foto bersama pengurus, alumni, dan kader Kammi se-Sulbar di Auditorium Lantai IV Kantor Gubernur Sulbar pada Selasa, 28 Maret 2017. Sebelum pelantikan pengurus Kammi yang baru, acara didahului dengan seremoni Milad Kammi ke-29. (Foto: Risman Saputra)

Masih Sofyan, terkhusus kader-kader Kammi di Sulbar, “Saya ingin menyampaikan bahwa gagasan yang kemudian dituangkan dalam tema hari ini, itu sangat sinkron dengan apa yang disebut dengan bonus demokrafi. Olehnya itu tema ini bukan hanya usapan jempol belaka. Indonesia mendapatkan bonus demokrafi di tahun 2020 sampai 2030, di mana bonus demokrafi ini adalah angka usia produktif dari 15 sampai 46 tahun yang mencapai angka 70 persen. Sehingga dengan kelahiran Kammi dan usia Kammi yang ke-19 tahun, saya pikir ini salah satu peluang yang cukup besar bagi Kammi untuk bagaimana melahirkan kader-kader masa depan untuk menjemput dan menjayakan Kammi 2045.”

“Bonus demokrafi ini ada 2 kemungkinan, pertama bisa menjadi berkah untuk Indonesia, dan yang kedua adalah bisa menjadi malapetaka untuk Indonesia,” kata Sofyan Umar. Olehnya itu, katanya, “Saya menyampaaikan kepada seluruh kader Kammi agar menyiapkan diri untuk mengambil peran di bonus demokrafi tersebut, agar apa yang kita cita-citakan bisa terwujud. Tapi itu semua tergantung dari perjuangan kita. Jika kita lalai maka bonus demokrafi ini akan menjadi malapetaka untuk kita, terkhusus negara yang kita cintai,” tutup Sofyan Umar.

RISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR