Alamsyah Tamrin, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Mamuju. (Foto: Arisman)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Kabupaten Mamuju salah satu wilayah yang masuk kategori awas dalam penyebaran penyakit deman berdarah (DBD). Hal ini disampaikan oleh Sekda Mamuju H. Suaib saat diwawancarai di ruang kerjanya di Mamuju, Rabu, 6 Februari 2019.

Menurut Suaib, saat ini petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju sementara melalukan penyemprotan di beberapa titik di kota Mamuju untuk pencegahan penyakit DBD.

“Bupati Mamuju Habsi Wahid sudah memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan Mamuju agar semua titik-titik kantong penderita DBD segera disemprot. Sekarang (Rabu, red) sudah dilakukan penyemprotan,” kata H. Suaib.

Dikonfirmasi, Alamsyah Tamrin, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Mamuju mengatakan, untuk sementara data yang positif terserang penyakit DBD di bulan Januari 2019 sebanyak 32 orang, dan kami perkirakan itu akan bertambah sampai bulan Februari.

“Bulan Januari yang positif terserang penyakit DBD sebanyak 32 orang dan kami perkirakan itu akan bertambah di bulan Februari sampai 50 orang, karena masi ada yang masuk rumah sakit dan belum masuk dalam pelaporan kami,” terang Alamsyah Tamrin.

Alamsyah menjelaskan, untuk saat ini pemetaan wilayah dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Mamuju masuk kategori situasi awas, artinya indeks rasio penemuan penyakit DBD di atas 2 dan di Januari sudah memasuk angka 30.

Penyemprotan jentik DBD di sejumlah titik di kota Mamuju oleh Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Mamuju. (Foto: Arisman)

“Kita masuk wilayah dengan kategori situasi awas bersama Kabupaten Kabupaten Pasangkayu,” ujar Alamsyah.

Jadi menurut Alamsyah, sesuai perintah Bupati Mamuju, kita sudah melakukan penyemprotan untuk mengatasi penyebaran DBD di beberapa titik di dalam kota maupun di luar kota Mamuju. Penyemprotan ini akan berlanjut sampai kita aman dari penyakit DBD.

Ia juga bilang, kita juga mengharapkan peran serta masyarakat terutama program Bupati Mamuju yaitu Mamuju Mapaccing. Ketika ini dijalankan insya Allah pemberantasan jentik-jentik nyamuk DBD dapat teratasi.

“Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk melakukan 3 M, yaitu menguras, membersihkan kolam-kolam, kemudian menanam kaleng-kaleng ke tempat-tempat perkembangbiakan jentik-jentik nyamuk, dan mendaur ulang bahan-bahan yang diindikasi tempat perkembangbiakan dari jentik-jentik DBD,” sebut Alamsyah. (Tanyangan ini Dikerjasamakan dengan Pemerintah Kabupaten Mamuju)

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR