Ketua HMI Cabang Manakara Sopliadi menyampaikan orasi saat demo di Kantor Gubernur Sulbar, pada Rabu, 31 Oktober 2018. (Foto: Arisman)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manakarra, Mamuju, merefleksikan peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2018 dengan mengadakan demonstrasi.

Mereka menggelar demo di Kantor Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) pada Rabu, 31 Oktober 2018. Aksi demo mahasiswa ini dikawal oleh aparat kepolisian dan anggota Satpol PP.

Terpantau, dalam orasinya, mereka menyinggung tidak harmonisnya hubungan antara Pemprov Sulbar dan DPRD Sulbar.

Dampak dari tidak harmonisnya kedua lembaga formal Provinsi Sulbar, APBD Perubahan tahun anggaran 2018 ditolak oleh Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Pemerintahan hari ini sudah tidak berjalan dengan baik karena tidak adanya kerjasama yang baik antara pihak eksekutif dan legislatif, sehingga pantaslah anggaran perubahan tahun 2018 kita ditolak,” teriak Sopliadi, koordinator demo ini.

Sopliadi yang juga Ketua Umum HMI Cabang Maanakarra dalam orasinya mengakatan, melihat roda pemerintahan di Sulawesi Barat sekarang ini dengan ditolaknya APBD Perubahan 2018, maka lembaganya beri rapor merah kepada pemerintah Sulbar.

“Kami dari HMI Cabang Mankarra memberikan rapor merah kepada Pemerintah Sulbar,” tegas Sopliadi.

Selain menyampaikan orasi, HMI Cabang Manakarra juga sebutkan sejumlah tuntutan, antara lain, pertama, mendesek Gubernur Sulawesi  Barat untuk mengevaluasi kinerja seluruh kepala OPD. Kedua, mencopot kepala OPD yang tidak becus dalam mejalankan tugas dan fungsinya dengan baik. Ketiga, meminta kepada DPRD Sulbar untuk lebih pro-aktif dalam melakukan pengawasan terhadap eksekutif.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR