Ketua Panitia Muh. Iksan Hidayah (kiri) saat mengalungkan sutra Sekomandi kepada Pimpinan Pusat GP Ansor bersama Koordinator Wilayah GP Ansor Sulawesi Barat, Mamuju, Senin, 1 Oktober 2018. (Foto: Arisman)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Barat menggelar Kirab Satu Negeri (KSN) di Lapangan Ahmad Kirang Mamuju, Senin, 1 Oktober 2018.

Pelaksanaan KSN GP Ansor Sulawesi Barat (Sulbar) dilakukan di beberapa kabupaten termasuk di Kabupaten Mamuju. Adapun tema yakni “Bela Agama, Bangsa dan Negeri”.

Hadir dalam acara Wakil Gubernur Sulbar Enny Anggaeni, Wakil Bupati Mamuju H. Irwan Pababari, perwakilan Polda Sulbar, Pimpinan Pusat GP Ansor Ma’sud Shaleh, Koordinator Wilayah GP Ansor Sulawesi Barat Amran HB, dan pengurus GP Ansor Kabupaten Mamuju.

Dalam sambutan, Ketua Panitia Muh. Iksan Hidayah mengatakan bahwa kegiatan kirab dimulai pada 29 September di Kabupaten Pasangkayu, Sulbar.

“Alhamdulillah bendera kirab yang dibawa Pimpinan Pusat GP Ansor tiba di Mamuju Tengah pada tanggal 30 September, dan alhamdulillah bendera kirab saat ini sudah berada di Kabupaten Mamuju dan selanjutnya besok (Senin, red) akan dilanjutkan ke Kabupaten Majene dan Polewali Mandar.

“Dengan partisipasi dan dukungan dari Pemprov Sulbar, Polda Sulbar dan Pemkab Mamuju, alhamdulilah kegiatan KSN Sona Miagas di Provinsi Sulbar dapat terlaksana dengan baik,” terang Muh. Iksan Hidayah.

Di tempat yang sama, Ketua Wilayah GP Ansor Sulaweai Barat Sudirman dalam sambutannya mengatakan, sesuai instruksi dari Ketua Umum GP Ansor sebagai panglima tertinggi menyampaikan beberapa hal mengenai Kirab Satu Negeri ini.

Sudirman mengatakan, sesuai instruksi dari pimpinan umum GP Ansor, tujuan kirab dilakukan yaitu, pertama, kita ingin Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945 tetap kokoh menjadi pengikat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kedua, kita ingin menjadi rahmat, sumber kasih sayang sebagaimana telah dipraktekkan berabad-abad nenek moyang kita.

Ketiga, kita ingin semua orang yang mayoritas toleransi terhadap persatuan, berani bersuara dan tidak memilih diam.

Keempat, kita ingin Indonesia yang majemuk namun hidup rukun dan damai.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR