Kadis Perdagangan Kabupaten Mamuju Hj. Sitti Sutinah Suhardi. (Foto: Arisman)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Awal Mei atau mines 1 atau 2 hari bulan Ramadhan tiba, tabung gas elpiji 3 kg di kota Mamuju sejak beberapa hari terakhir ini masih langka.

Dikonfirmasi melalui telpon, Kadis Perdagangan Kabupaten Mamuju Hj. Sitti Sutinah Suhardi menjelaskan terkait ketersediaan gas elpiji 3 kg yang beberapa hari terakhir ini langka dijual, Jumat, 3 Mei 2019.

St. Sutinah menjelaskan kepada kru laman ini jika pihaknya sudah mengkonfirmasi ke agen-agen terkait gas elpiji 3 kg, sebenarnya itu tidak ada masalah terkait pendistribusiannya, dan juga suplai tabung gas mereka juga tidak ada masalah.

“Sebenarnya tidak ada masalah terkait pendistribusia gas elpiji 3 kg ini, hanya saja  kemarin itu ada tanggal merah, dan tabung gas juga tidak ada masuk ke agen sehingga akhir-akhir ini tidak ada penyaluran ke pangkalan-pangkalan,” kata St. Sutinah Suhardi.

Ditanya berapa agen yang ada di Kabupaten Mamuju?

St. Sutinah mengatakan untuk agen di Kabupaten Mamuju cuman ada 3, dan untuk pangkalan itu lumanyan banya itu jumlahnya sekitar ratusan.

“Agen di Mamuju cuman ada 3 dan pasokan setiap agen itu sekitar 2 ribu lebih setiap hari untuk tabung elpiji ini,” beber St. Sutinah Suhardi.

Ada tidak indikasi terkait penimbunan gas elpiji 3 kg?

St. Sutinah mengungkapkan jika pihaknya saat melakukan pengawasan di beberapa  pangkalan-pangkalan elpiji di Kota Mamiju itu, mereka tidak ada menemukan hal demikian, hanya saja pengawasan yang dilakukan tidak keseluruh pangkalan pangkalan yang jumlahnya banyak.

“Ke depan kami akan tingkatkan frekuensi pengawasan di lapangan terutama di pangkalan-pangkalan yang ada di kota Mamuju,” ungkap St. Sutinah.

St. Sutinah juga mengatakan jika pengguna gas elpiji 3 kg itu sampai saat ini belum tepat sasaran dimana masyarakat yang ekonomi keatas masi menggunakannya, padahal sasaran untuk gas elpiji 3 kg ini untuk masyarakat ekonomi ke bawah (prasejahtera).

Masih St. Sutinah, banyak ASN yang menggunakan gas elpiji 3 kg, dan semestinya itu tidak boleh dimana yang berhak menggunakan yaitu masyarakat yang penghasilannya di bawah Rp1,5 juta perbulan.

“Memang pengguna gas elpiji 3 kg masih banyak yang tidak menyadari bahwa elpiji subsidi ini tidak diperuntukan untuk mereka yang berpenghasilan Rp1, 5 juta  ke atas,” tutup St. Sutinah Suhardi.

ARISMAN

TINGGALKAN KOMENTAR