Menko PMK RI Puan Maharani (tengah, pakai kemeja putih) sedang berdialog dengan salah seorang warga pengungsi terdampak banjir, Simboro, Mamuju, Selasa, 27 Maret 2018. (Foto: Arisman)

Menko RI Puan Maharani Soekarnoputri dan Waka Polri Komjen Pol. Syafruddin Kambo berkunjung ke Mamuju, Sulawesi Barat, dan sekaligus datangi posko-posko pengungsi pasca banjir Mamuju.

TRANSTIPO.com, Mamuju – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Menko PMK RI) Puan Maharani Soekarnoputri dan Waka Polri Komjen Pol. Syafruddin bersama rombongan tiba di Mamuju, Selasa siang, 27 Maret 2018, tepat pukul 13.30 Wita.

Setibanya di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Barat ini, cucu Soekarno—Presiden Indonesia pertama—ini dan lelaki asal Majene yang kini jenderal bintang tiga di Kepolisian RI, langsung mengunjungi posko-posko warga di Simboro, Mamuju, yang terdampak banjir pada Kamis, 22 Maret lalu.

Kedatangan dua tokoh formal Indonesia itu semata untuk beri empati dan sekaligus serahkan bantuan kepada warga yang terkena musibah banjir bandang tempo hari itu.

Selama tiba hingga dalam kunjungan ke tempat pengungsian sementara itu, kedua tokoh formal republik ini dikawal ketat oleh pihak pengamanan dari Polres Mamuju dan Polda Sulawesi Barat.

Sejumlah pejabat lokal tampak menyambut Puan dan Syafruddin. Antara lain, Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar, Wakil Gubernur Sulawesi Barat Enny Anggraeni Anwar, Kapolda Sulawesi Barat Brigjen Pol. Baharuddin Djafar, Danrem 142 Tatag Mamuju Kolonel Inf. Taufiq Shobri, Bupati Mamuju Hasbi Wahid, Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa, dan (calon) Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar.

Di tempat pengungsian, Puan Maharani mengatakan, saya datang kesini bersama Waka Polri untuk melihat secara langsung kondisi ibu, bapak yang baru-baru ini terkena musibah.

“Memang sangat memprihatinkan jika ketinggian air mencapai satu setengah meter,” kata Puan di hadapan pengungsi.

Ia tambahkan, kalau melihat cuaca sekarang memang tidak mendukung, apa ada hujan lagi atau tidak.

“Karena itu saya sarankan selalu waspada dan berhati-hati karena kemungkinan akan hujan lagi bila melihat kondisi cuaca saat ini,” pesan Puan Maharani saat menyapa warga di posko pengungsian, Simboro, Mamuju.

Puan Maharani juga mengatakan jika ia turut prihatin atas kejadian ini, di mana ia akan mengkoordinasikan dan meminta kepada Gubernur Sulawesi Barat dan Bupati Mamuju dan tentu jajaran kementerian yang ada di pusat untuk mencari segera apa sebab sehingga banjir bandang ini terjadi.

Puan yang juga petinggi partai PDI Perjuangan ini bilang, dengan adanya bencana alam ini, ada beberapa yang harus diperbaiki, misalnya sungai sehingga kalau terjadi hujan airnya tidak akan meluap. Saluran air juga harus diperhatikan.

Di akhir sapaannya, Puan Maharani lalu menyerahkan bantuan berupa uang sebesar Rp 250 juta untuk warga yang terdampar bajir, yang penerimaan bantuan uang ini diwakili oleh Bupati Mamuju Habsi Wahid.

Para pengungsi dampak banjir Mamuju yang ditemui oleh Menko PMK RI Puan Maharani, Mamuju, Selasa, 27 Maret 2018. (Foto: Arisman)

“Bantuan ini tidak dibagi-bagi, tapi ini untuk membantu keperluan yang dibutuhkan apa yang tidak tersedia selama di posko,” kata Puan Maharani.

Selain berupa uang tunai, bantuan lainnya seperti 26 alat dapur, 50 pakaian sekolah, paket kesehatan gratis, perlengkapan masak yang semuanya diserahkan Puan kepada Bupati Mamuju.

Sementara, bantuan dari Waka Polri Komjen Pol. Syafruddin yaitu 10 ton beras dan sejumlah bantuan lainnya.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR