Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Bawaslu RI Mochammad Afifuddin sedang melaunching Pusat Pengawasan Partisipatif di Mamuju, Sabtu, 21 Oktober 2017. (Foto: Arisman Saputra)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Menghadapi pilkada serentak 2018 yang akan diikuti 171 daerah dan pesta demokrasi nasional atau Pemilu 2019, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulbar kerja sama dengan Bawaslu RI melaunching  Pusat Pengawasan Partisipatif di Kantor Bawaslu Sulbar, Jalan Pongtiku, Mamuju, Sabtu, 21 Oktober 2017.

Peluncuran atau pengenalan Pusat Pengawasan Partisipatif ini diresmikan oleh Anggota Bawaslu RI Mochammad Afifuddin. Di Bawaslu RI, M. Afifuddin membidangi Divisi Pengawasan dan Sosialisasi.

Dalam peresmian itu, turut hadir Anggota Bawaslu Sulbar yakni Supriadi Narno. Acara ini dihadiri beberapa awak media.

Seusai acara seremonial itu, Mochammad Afifuddin menyempatkan coffee morning dengan sejumlah wartawan.

Dalam penjelasannya, Mochammad Afifuddin mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu bagian kerja kita untuk melakukan pendekatan dan mempererat kemitraan kami kepada semua elemen.

“Ini salah satu bentuk kerja kami dalam membina hubungan yang baik antar semua elemen, mulai dari LSM, media, tokoh agama, dan tokoh masyarakat,” kata Mochammad Afifuddin.

Afifuddin berharap ada titik kerja sama, itu bisa dimulai dari pojok pengawasan yang kita resmikan sekarang ini.

“Artinya, bila ada inisiatif atau isu-isu yang dapat didiskusikan di tempat ini—di pojok celebes ini—terbuka untuk semua,” kata Afif, sapaan mantan wartawan ini.

Anggota Bawaslu RI ini juga bilang, “Tempat ini akan menjadi tempat diskusi oleh semua pihak, dan tempat lumbung informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat.”

Di Provinsi Sulbar ini, dua daerah yakni Polman dan Mamasa akan laksanakan pilkada tahun depan. Dalam hal pengawasan, yang mana yang lebih berat?

“Untuk saat ini kami kategorikan dalam keadaan yang sama, karena kami masih pengumpulan data untuk menentukan mana yang rawan, mana yang sangat rawan, dan mana yang kerawanannya rendah,” jelas Mochammad Afifuddin menjawab pertanyaan laman ini.

Di ujung penjelasannya, ia mengatakan, “Kami akan menentukan di setiap daerah  setelah data-data kami terkumpul. Sama halnya dengan Mamasa dan Polman itu akan terlihat setelah data kami terkumpul.”

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR