HMI Cabang Manakarra kembali turun ke jalan, Senin, 10 Oktober 2016. Herlin dan Sompak -- pucuk pimpinan organisasi ekstra kampus di Mamuju ini menuntut atas dugaan perlakuan tak wajar yang mereka terima ketika berunjuk rasa di Kantor Polda Sulbar pada Kamis, 6 Oktober lalu. (Foto: Andi Arwin)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Puluhan kader dan senior HMI Cabang Manakarra kembali berujuk rasa di Mamuju, Senin, 8 Oktober 2016. Tuntutan pendemo kali ini yakni meminta Kapolda Sulbar Brigjen Pol Lukman Wahyu Harianto minta maaf kepada organisasi ‘Hijau Hitam’ di Mamuju lantaran kejadian 6 Oktober lalu yang mereka duga telah mendapat perlakukan tak wajar dari pihak Polda Sulbar.

Unjuk rasa HMI Cabang Manakarra ini dilaksanakan di persimpangan Jalan Ahmad Kirang, Mamuju, atau di depan Kantor Polda Sulbar. Selama aksi ini berlangsung, puluhan aparat kepolisian tampak berjaga-jaga di sekitar lokasi demonstrasi.

Sekretaris HMI Cabang Manakarra, Amiruddin alias Sompak, dalam orasinya mengatakan, oknum polisi yang ada di Sulbar telah menampilkan sikap yang layaknya seperti preman ketika menghadapi mahasiswa (HMI) manakala sedang berdemo.

“Kapolda Sulbar telah memperlihatkan sikapnya yang tak wajar kepada kami. Hal itu tak semestinya ditunjukkan dan diucapkan kepada kami sebagai mahasiswa,” tegas Sompak.

Pengunjuk rasa ini mengaku menantang Kapolda Sulbar untuk menemui mereka yang sedang berdemo di bawah panasnya terik mentari, siang tadi.

Ketua HMI Cabang Manakarra, Herlin, mengatakan, Kapolda Sulbar telah menampilkan sikap berlebihan di bumi Manakarra ini sehingga yang jadi korban adalah mahasiswa dan kader HMI.

“Ketika Kapolda Sulbar mengatakan, apakah kami mahasiswa atau bukan? Maka kami akan mengumpulkan kartu mahasiswa kami sebagai bukti bahwa kami adalah mahasiswa,” tegas Herlin.

Mahasiswa HMI lainnya: Lukman, Ruhul, Hamid, Adi, dan Firman Getaran juga mempertegas bahwa apa yang telah dilakukan Kapolda Sulbar kepada kader HMI itu tak bisa diterima.

“Kami tak percaya lagi dengan Polda Sulbar. Polisi seharusnya menjadi pengayom, Polisi seharusnya mendidik masyarakat, beri contoh. Bukan dengan sebaliknya, dengan oknum polisi justru melakukan hal-hal yang tak kita inginkan,” kata Ruhul.

“Kami sangat mendukung apa yang dilakukan oleh adik-adik kami pada hari ini. Jika memang betul apa yang disampaikan adik-adik kami bahwa Kapolda Sulbar telah melakukan hal demikian maka itu memang kelewatan,” kata Hamid, salah satu pengurus KAHMI Sulbar.

Salah seorang senior HMI mengisahkan satu fakta, “Saya adalah korban pemukulan oknum polisi pada tahun 2007, dan hari ini terjadi lagi,” kata Ahmad Abbas.

HMI Cabang Manakarra berdemonstrasi siang tadi, Senin, 10 Oktober 2016. Tampak mahasiswa dan polisi seolah bersitegang di lokasi unjuk rasa, perempatan Jalan Ahmad Kirang, Mamuju. (Foto: Risman Saputra)
HMI Cabang Manakarra berdemonstrasi siang tadi, Senin, 10 Oktober 2016. Tampak mahasiswa dan polisi seolah bersitegang di lokasi unjuk rasa, perempatan Jalan Ahmad Kirang, Mamuju. (Foto: Risman Saputra)

Sesuai pantauan kru transtipo.com di lapangan siang tadi, Wakapolda Sulbar Kombes Pol Tajuddin menemui mahasiswa yang sedang berdemo. Namun, seperti tampak pada gambar di atas, Kombes Pol Tajuddin tak terlihat secara jelas akibat banyaknya kerumunan massa dan aparat kepolisian. Pula, belum ada keterangan dari Wakapolda Sulbar itu.

Penjelasan dari pihak Polda Sulbar adalah jawaban atas dugaan tindak tak wajar yang dilakukan oleh pihak Polda Sulbar, beberapa hari lalu. Melalui Kabid Humas Polda Sulbar AKBP Mashura, keterangan perSabtu malam, 8 Oktober, menepis semua persangkaan pihak HMI Cabang Manakarra.

“Tidak benar ada perlakukan perampasan hp mahasiswa pak. Mereka duduk di ruang Propam Polda Sulbar, ada juga yang berdiri karena tak cukup kursi, ketika mereka menyampaikan laporan. Dan bukti laporan itu kita minta untuk mereka bawa sebagai dasar bahwa telah melaporkan ke pihak Propam Polda Sulbar,” begitu penjelasan AKBP Mashura, Sabtu malam lalu.

Terkait tuntutan HMI Cabang Manakarra siang tadi, laman ini belum mengonfirmasi pihak Polda Sulbar. Sesuai ‘janji’ Bunda—sapaan AKBP Mashura—bahwa dalam waktu dekat pihak Polda Sulbar akan adakan jumpa pers untuk ‘menjernihkan’ silang pendapat antara Polda Sulbar—termasuk Polres Mamuju—dengan adek-adek mahasiswa HMI Mamuju.

Begitu salah satu isi ‘obrolan’ beberapa hari lalu dalam grup WhatsApp Mitra Humas Polda Sulbar—yang merupakan ‘warung obrolan’ antara wartawan Sulbar dengan Humas Polda Sulbar.

RISMAN SAPUTRA/ANDI ARWIN/SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR