(Ki-Ka): Direktur Radar Sulbar Mustafa Kufung, Sekjen AJI Indonesia Arfi Bambani, dan Moderator Sudirman Samual dalam diskusi media di Warkop 89, Mamuju, malam ini, Senin, 7 November 2016. (Foto: Risman Saputra)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Mandar inisiasi dialog di Warkop 89, Mamuju, Sulbar, Senin malam, 7 November 2016. Dialog ini dimulai tepat pukul 20.00 wita. Acara ini dipandu oleh Ketua AJI Mandar Sudirman Samual.

Pembicara utamanya, Arfi Bambani, Sekjen AJI Indonesia, dan Mustafa Kufung, wartawan senior PWI dan Direktur Radar Sulbar, Mamuju. Arfi sebetulnya, kata Sudirman sebelum acara dialog ini dimulai, mas Arfi ini sebetulnya hadir di Makassar, Sulsel, untuk jadi pemateri dalam sebuah acara.

“Sebagai oleh-oleh, saya ajak mas Arfi untuk hadir di Mamuju. Ya, kita diskusi bareng dengan teman-teman wartawan di Mamuju ini,” kata Sudirman Samual.

Arfi memulai pengantar bahasannya dengan pengalaman perjalanan jurnalistiknya di Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

Sekjen AJI pusat ini sekilas menyinggung tentang arah dan bagaimana media mainstream (mapan) di Jakarta dalam menghadapi pelbagai dinamika politik dan demokrasi di Indonesia, akhir-akhir ini.

Dia sepakat jika wartawan saat ini tak hanya bekerja atau meliput dengan mengharap uang. “Ini merusak citra wartawan itu sendiri,” katanya.

Diskusi masih sedang berlangsung ketika tulisan ini dibuat. Termasuk, masih menunggu kehadiran Ketua KPU Sulbar Usman Suhuriah, salah satu pemateri, yang sesungguhnya tema diskusi ini adalah: Membangun Jurnalisme Sehat di Pemilukada.

SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR