Kepala Sub Divre Bulog Mamuju Edel Trudis (kanan) sedang serahkan ‘hadiah’ kepada lima personil Babinsa di Makodim Mamuju, Rabu siag, 13 September 2017. (Foto: Sarman SHD)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Pada Rabu siang, 13 September 2017, di Makodim 1418 Mamuju kedatangan tamu. Tamu dimaksud adalah Kepala Suv Divre Bulog Mamuju Edel Trudis. Ia ditemani seorang staf di kantor yang dipimpinnya.

Komandan Kodim Mamuju Letkol Muhammad Imran menyambut baik tamunya itu. Di sebuah area lapang di Makodim itu telah disulap jadi tempat pertemuan untuk ukuran jumlah orang yang banyak.

Diatapi dengan kanopi yang masing-masing ujungnya telah menghubungkan di dua sayap ruang-ruang kantor Kodim Mamuju yang memanjang itu. Di bawah ‘tenda’ kanopi itu berjejer banyak kursi.

Formatnya sudah seperti ruang pertemuan umum. Ada panggung kecil sekalian di belakangnya terdapat dinding semi permanen tempat pasang spanduk.

Bisa leluasa duduk untuk 100 orang. Sejak Letkol Muhammad Imran pimpin Kodim Mamuju lebih setahun lalu, tempat terbuka ini diformat sedemikan rupa. Sebuah televisi besar dan sound sistem juga ada di ruang itu.

Pada Rabu, 13 September, lapangan belakang dan dalam ruang formatan Letkol Muh. Imran itu sedang ramai. Sejak pagi, lebih selusin jurnalis di Mamuju telah berkumpul di lapangan basket. Makodim sengaja buat acara khusus untuk kuli tinta ini.

Dengan dimentori tentara atau personil Kodim Mamuju yang senior, para jurnalis itu suntuk belajar bongkar senjata—tanpa peluru tentunya. Setelah itu, mereka diajak baris berbaris untuk main “petak umpet”, dan segala jenis permainan lainnya yang mengundang tawa.

Jurnalis dan tentara meluber bersama di lapangan itu. Ketika tengah siang, segala permainan itu disudahi. Dandim Mamuju Letkol Muh. Imran yang menutupnya. Ia juga beri motivasi dan pengarahan dalam waktu sejenak.

Tampak ramai memang sebab saat itu para Babinsa dalam wilayah Kodim Mamuju juga tengah berkumpul untuk mengikuti Penyelenggaraan Kegiatan Peningkatan Kemampuan Apkowil Tersebar Triwulan III Tahun Anggaran 2017 Kodim 1418 Mamuju.

Di tengah siang itu, yang berlangsung sekitar satu jam saja, Letkol Muh. Imran dan Kepala Sub Divre Bulog Mamuju Edel Trudis duduk berdampingan di atas panggung mini atau tempat narasumber di ruang pertemuan di bawah kanopi besar itu.

Pertemuan yang dihadiri oleh sejumlah personil Kodim Mamuju, Babinsa, dan Jurnalis Mamuju rupanya sekaitan dengan sinergitas Bulog Mamuju dengan Kodim Mamuju dalam hal Gerakan Stabilisasi Pangan (GSB) di Kabupaten Mamuju, Kabupaten Mamuju Tengah, dan Kabupaten Mamuju Utara.

Setelah menyerahkan hadiah ‘kecil’ kepada tiga pemenang lomba permainan di pagi hari yang diikuti beberapa jurnalis, Letkol Muh. Imran berpamitan kepada Edel dan hadirin lantaran beliau akan bergabung dengan para elit daerah di Bandara Tampak Padang untuk menjemput Kapolda Sulawesi Barat yang baru, Brigjen Pol. Baharuddin Djafar.

Edel tinggal didampingi oleh Kasdim Mamuju. Ketika dipersilahkan beri sambutan—pengarahan lebih tepatnya—Edel Trudis tampil berapi-api, penuh semangat.

Ia memompa gelora para Babinsa yang telah ikut membantu Bulog Sub Divre Mamuju selama menjalankan tugas: proses pembelian gabah kepada mitra Bulog maupun kerja-kerja lainnya dalam menjaga kestabilan dan harga bahan pokok pangan.

Edel juga memuji jurnalis. Ia menyilahkan kepada jurnalis—kapan saja—koordinasi dengannya.

“Kantor dan pintu rumah saya terbuka 24 jam—termasuk hubungan telepon—untuk dikonfirmasi jika ada hal sekaitan dengan tugas saya di sini,” kata Edel Trudis.

Sambutan sebelumnya, Letkol Muh. Imran mengatakan, “Selaku pimpinan, saya berterima kasih kepada Bulog Mamuju yang sudah menjadi mitra kerja dalam hal penyediaan bahan pangan, seperti gabah atau beras di Sulawesi Barat.”

Letkol Muh. Imran juga bilang, sebagai mitra dalam mengawal ketersedian bahan pangan, seperti gabah dan beras di tengah masyarakat atau dalam area kami. Kami hadirkan Babinkamtibmas yang selalu siap bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Kepada jurnalis, Edel bilag begini: “Media sebagi sala satu pilar dalam kemajuan suatu daerah. Kemajuan daerah diketahui melalui media pula.”

Edel juga jelaskan posisinya sebagai pemegang amanah dari pemeritah sebagai penyedia pangan dan mengatur stablitas harga pangan di Sulawesi Barat. “Hal itu kami harus jalan,” kata Edel Trudis, menguatkan komitmen.

Edel paparkan, mengapa Bulog mesti didampingi oleh aparat TNI? “Perlu kita ketahui, bukan Bulog yang meminta tapi itu juga sudah menjadi tugas aparat TNI sebagai abdi Negara,” kata Edel.

Tahun ini, urai Edel, pemerintah targetkan serap 3,9 juta ton beras petani di seluruh Indonesia. Untuk Sub Divre Mamuju diberi target 3.000 ton beras petani. “Untuk Bulog Mamuju penyerapannya sudah mencapai 2.948 ton beras,” aku Edel Trudis.

Edel mengakui, pencapaian ini didapat karena adanya bantuan dari Babinsa yang mengawal di lapangan. Apa yang dicapai Bulog Mamuju juga menjadi capaian TNI Mamuju.

Pembelian gabah milik petani di area kerja Sub Divre Bulog Mamuju memang tak langsung beli kepada petani, tapi menurut Edel, pembelian itu dilakukan kepada mitra Bulog.

“Saat ini kami bermitra dengan 12 orang. Disebut orang tapi sebetulnya mereka punya UD atau perusahaan,” kata Edel.

Edel juga akui bahwa memang Bulog beli gabah kepada petani, dalam hal ini difasilitasi oleh mitra yang resmi, tapi Bulog bukan berdagang.

Di akhir sambutannya, Edel tak lupa ucapkan terima kasih kepada jurnalis yang telah ikut sebar luaskan pemberitaan terkait kinerja lembaga yang dipimpinnya.

Sebelum meninggalkan tempat pertemuan, perempuan yang tampak bergerak lincah yang pakai kacamata dan jilbab ini, terlebih dulu beri “oleh-oleh”—beras merah lima karung plastik—kepada lima Babinsa yang di area kerjanya melebihi target pembelian gabah yang ditetapkan oleh Bulog.

RISMAN SAPUTRA/SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR