Konferensi pers di Kantor BPS Sulbar pada Kamis, 1 November 2018. (Foto: Arisman)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Badan Pusat Statistik (BPS) Perwakilan Sulawesi Barat menggelar konferensi pers terkait perkembangan indeks harga konsumen/inflasi di bulan Oktober 2018 untuk kota Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), di Kantor BPS Sulbar, Kamis, 1 Navomber 2018.

Acara ini digelar di lantai ll Kantor BPS Sulbar yang dipandu oleh Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sulbar Fredy Takaya, dan turut hadir Kepala Bidang Statistik Produksi BPS Sulbar serta perwakilan OPD terkait dan pihak perbankan.

“Hasil survei harga konsumen di 82 kota di Indonesia pada bulan Oktober 2018, menunjukkan 66 kota mengalami inflasi dimana Mamuju berada di urutan ke-64 yang mengalami inflasi sebesar 0,02 persen,” ucap Fredy Takaya.

Ia menjelaskan, inflasi terjadi di Mamuju pada bulan Oktober 2018 dikarenakan adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh peningkatan indeks pada tiga kelompok pengeluaran, yaitu pertama, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,12 persen.

Kedua, kelopok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,16 persen. Ketiga, kelompok sandang sebesar 0,11 persen.

Untuk kelompok yang mengalami deflasi, yaitu pertama, kelompok bahan makanan sebesar 0,12 persen. Kedua, kelompok pendidikan, rekreasi dan jasa keuangan sebesar  0,12 persen. Ketiga, kelompok kesehatan cenderung stabil.

“Jika dilihat dari perubahan indeks dari tahun kalender pada September 2018, Mamuju mengalami inflasi 1,40 persen, sedangkan tingkat perubahan dari tahun ke tahun (Oktober 2018 ke Oktober 2017) maka inflasi kota Mamuju sebesar 2,46 persen,” tutup Fredy Takaya.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR