Kepala Bidang Statistik dan Distribusi BPS Sulbar Markus Huda (tengah) sedang memaparkan perkembangan inflasi di Provinsi Sulaweai Barat secara keseluruhan sesuai data BPS, Januari 2017. (Foto: Risman Saputra)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Pada Rabu pagi, 1 Januari 2017, kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Perwakilan Sulbar adakan jumpa pers di kantor BPS Sulbar di Rangas, Simboro, Mamuju.

Berdasarkan hasil survei di bulan Januari 2017, dari 85 kota di Indonesia yang diurvei, ada beberapa kota yang mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di kota Pontianak, Kalbar, sebesar 1,82 persen dengan IHK 137,25, dan yang terendah berada di kota Manokkwari, Papua, sebesarar 0,09 persen dengan IHK 122,46.

Masih menurut data BPS, Mamuju sendiri berada di urutan ke-67 dari 85 kota dengan inflasi 0,59 persen dan IHK 126,26.

Pada Januari 2017, Mamuju mengalami inflasi dikarenakan adanya peningkatan indeks harga yang ditunjukkan oleh lima kelompok pengeluaran, yakni kelompok bahan makanan 0,67 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,39 persen, kelompok perusahaan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,95 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,03 persen. Terakhir, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuanagan sebesar 0,74 persen.

Sedangkan kelompok sandang dan kesehatan mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,10 persen dan 0,02 persen. papar Markus Huda kepala bidang statistik dan Distribusi

Uraian data BPS Sulbar ini disampaikan oleh Markus Huda. Jika dilihat dari data yang ada di BPS tahun 2017, Mamuju mengalami inflasi sebesar 0,59 persen. Tapi bila dihitung dari tahun 2016 ke tahun 2017, maka inflasi yang terjadi sebesar 2,89 persen.

RISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR