Kepala BPS Sulawesi Barat Win Rizal (tengah). (Foto: Arisman)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Berdasarkan rilis yang dikeluarkan BPS Sulawesi Barat, hasil survei dari 82 kota di Indonesia di bulan Agustus, Mamuju mengalami Deflasi sebesar 0,05 persen, Senin, 3 September 2018.

Dari 82 kota di Indonesia yang disurvei di bulan Agustus 2018 terdapat 30 kota yang mengalami inflasi dan 52 kota yang mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terdapat di kota Tarakan, yakni 0,62 persen dan terendah di Kota Medan dan Padang Sidempuan yakni 0,01 persen.

Kemudian kota  yang mengalami deflasi tertinggi terjadi di Bau-Bau yaitu 2,49 persen dan terendah berada di kota Jember yaitu 0,01 persen.

“Kota Mamuju yang mengalami deflasi sebeaar 0,05 persen menempati urutan ke-7 terendah dari 52 kota yang mengalami deflasi,” kata Win Rizal, Kepala BPS Sulawesi Barat.

Menurut Win Rizal, deflasi yang terjadi di kota Mamuju disebabkan karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks harga pada tiga kelompok pengeluaran.

Tiga kelompok yang mengalami penurunan harga, yaitu kelompok bahan makanan 0,04 persen, sandang 0,05 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,01 persen.

Sedangkan kelompok yang mengalami inflasi yaitu: kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,10 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,14 persen; kelompok jasa keuangan 0,16 persen; dan kelompok kesehatan cenderung stabil.

“Jika dilihat dari perubahan indeks tahun kelender bulan Agustus 2018 di Mamuju infalsi sebesar 1,69 persen. Sedangkan tingkat perubahan indeks dari tahun ke tahun, Agustus 2018 ke Agustus  2017, inflasi yang terjadi di Mamuju sebesar 2,27 persen,” tutup Win Rizal.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR