Kepala BPK RI Perwakilan Sulbar Eydu Oktain Panjaitan (kiri-berdiri) sedang beri sambutan di tengah sejumlah pemimpin media di Mamuju, Sulbar, di Aula Kantor BPK RI Perwakilan Sulbar, Senin, 11 Desember 2017. (Foto: Arisman Saputra)

Di zaman kini, setiap pemimpin adalah penentu dan pembawa perubahan.

Di sebuah lembaga—pemerintah, swasta, kepemudaan, kemahasiswaan, dan komunitas sosial—perubahan bisa terjadi manakala pemimpinnya memulai dan mendorong perubahan itu sendiri.

Perubahan dimaksud adalah sebuah kondisi lebih baik dari sebelumnya.

TRANSTIPO.com, Mamuju – Sejak saat ini, iklim yang baru tentu tampak dan menyeruak di lingkungan tempat kerja sebuah lembaga negara yang kantor perwakilannya telah hadir di Sulawesi Barat (Sulbar), beberapa tahun lalu.

Iklim baru dimaksud adalah dengan hadirnya pemimpin baru di sebuah lembaga formal itu. Pemimpin baru dimaksud adalah Eydu Oktain Panjaitan. Ia adalah Kepala Kantor Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Sulawesi Barat (Sulbar).

“Baru empat bulan saya ada di sini,” kata Kepala BPK RI Perwakilan Sulbar Eydu Oktain, siang tadi, Senin, 11 Desember 2017.

Memang, sejak Senin, 14 Agustus 2017, Eydu secara resmi menggantikan posisi Sumedi, Kepala BPK RI Perwakilan Sulbar—sebelumnya.

Lain Sumedi tentu lain pula Eydu, meski keduanya—yang lama dan yang baru ini—adalah pemimpin di satu lembaga yang sama. Kesamaan keduanya—ini sudah hukumnya—adalah ketundukan dan kepatuhan pada Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, BAB VIIIA Badan Pemeriksa Keuangan.

Inilah dasar hukum yang menuntunnya—meski lapisan undang-undang dan peraturan lainnya masih banyak—untuk bekerja memimpin lembaga pemeriksa keuangan negara itu.

Siang tadi, atau sejak Sabtu, 9 Desember, Kepala Sekretariat BPK RI Perwakilan Sulbar telah melayangkan undangan kepada pimpinan media massa—cetak, elektronik, dan online—di Mamuju, ibukota Provinsi Sulbar, untuk hadir di Aula BPK RI di Rangas baru, Simboro, Mamuju, Sulbar, Senin siang ini.

Singkatnya, tepat jam 9 pagi, tak kurang 20 pemimpin media di Mamuju hadir di sana, dan Eydu Oktain Panjaitan selaku tuan rumah telah menunggu.

Kru laman ini—Sarman SHD dan Arisman Saputra—tak mengenal jika sosok peramah dan murah senyum itu, yang duduk di ruang tempat acara, adalah Eydu sendiri—kepala kantor pemilik acara itu.

Satu persatu tetamu yang telah duduk di ruangan itu—wartawan, pimpinan media, pula Ketua PWI Sulbar Naskah M. Nabhan dan jajarannya—disalami oleh Eydu.

Ia kepala kantor yang tampak sederhana. Pakai kemeja putih tak berlengan. Bawahnya celana warna hitam. Ia tak pakai jam tangan. Hanya, nyaris tak tampak, adalah sebuah cincin emas kecil melingkar di salah satu jemarinya.

Acara di siang tadi dimaksud adalah SINERGI BPK & MEDIA Dalam Rangka Mewujudkan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah. Mamuju, 11 Desember 2017.

Acara dialog yang berlangsung empat jam lebih ini merupakan yang pertama terjadi sejak Kantor BPK RI hadir di Sulbar ini.

Pekerja media beruntung sebab bisa beroleh liputan langsung di tangan pertama—baca: narasumber utama—tanpa buang-buang waktu konfirmasi di waktu yang berbeda.

Hal positif lainnya, pemimpin Eydu terbuka untuk banyak hal: tukaran nomor ponsel pribadi, mengaku akan setia setiap saat berdiskusi dengan pekerja media, dan duduk bersama dari awal hingga akhir dan makan siang bersama dengan penganan yang sederhana pula.

Tradisi permula yang baik ini, semoga terpelihara selama Eydu di sini, atau bahkan siapa pun pengganti Eydu kelak nun jauh di waktu nanti.

SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR