Warga Simbuang, Mamuju, yang mereka sebut korban banjir sedang ‘menduduki’ Kantor DPRD Mamuju, Senin, 2 April 2018. (Foto: Arisman)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Pergerakan Mahasisiwa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mamuju bersama warga Simbuang—korban terdampak bencana banjir tempo hari—mendatangi Kantor DPRD Mamuju, Senin, 2 April 2018.

Kedatangan PMII bersama warga tersebut karena bantuan dari Menko PMK Puan Maharani bersama Wakapolri Komjen Pol. Syafruddin yang diserahkan kepada Bupati Mamuju, beberapa waktu yang lalu, diduga belum disalurkan kepada korban banjir, korban banjir.

Saddan, salah satu kader PMII Mamuju dalam orasinya mengatakan, kami datang ke sini menuntuk kepada Anggota DPRD Mamuju turun tangan urus persoalan yang menimpah korban banjir.

Mereka duga, bantuan yang dibawa Menko PMK tempo itu belum dibagikan kepada mereka.

“Sudah berhari-hari bantuan itu diterima, tapi sampai sekarang bantuan itu belum juga diserahkan kepada korban banjir,” kata salah satu juru bicara pendemo ini.

Di tempat yang sama, Ketua PMII Cabang Mamuju Rusdi Nurhadi dalam orasinya mengatakan, apa yang kami sampaikan di sini itu semua berangkat dari rakyat.

PMII Cabang Mamuju bersama Masyarakat Simbuang, Mamuju, yang menjadi korban banjir tempo hari saat berada di depan Kantor DPRD Mamuju, Senin, 2 April 2018. (Foto: Arisman)

Olehnya itu, kata Rusdi, bantuan yang dibawa oleh Menko PMK dan Wakapolri beberapa hari yang lalu harus disalurkan secara merata kepada warga korban banjir.

Wakil Ketua DPRD Mamuju H. Sugianto, salah dari 3 legislator Mamuju yang menerima massa pendemo itu mengatakan, apa yang menjadi tuntutan adek-adek dan masyarakat, kami akan tindaklanjuti—termasuk dana bantuan sejumlah Rp 250 juta dari Menko PMK itu akan kami tanyakan ke pihak yang menerima uang tersebut.

“Masalah sungai, kami akan koordinasikan ke pihak yang bersangkutan. Bantuan yang berjumlah Rp 250 juta itu akan kami tanyakan uang itu ada di mana sekarang,” tegas H. Sugianto.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR