Jumpa pers digelar di Mapolres Mamuju, Kamis, 22 Maret 2018. Ki-Ka (duduk depan): Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar, Kapolda Sulawesi Barat Brigjen Pol. Baharuddin Djafar, Dandim 1418 Mamuju, dan Bupati Mamuju Habsi Wahid. (Foto: Arisman)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Dari pantauan laman ini, sejumlah aparat kepolisian—dari Polres Mamuju dan Polda Sulawesi Barat—turun langsung membantu warga yang terdampak banjir, Kamis, 22 Maret 2018.

Saat banjir sudah mulai surut, Kamis, 22 Maret 2018, sekitar pukul 10.00 Wita siang, sebuah jumpa pers kemudian digelar oleh pimpinan daerah Sulawesi Barat.

Di Mapolres Mamuju, tempat jumpa pers itu digelar, duduk Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar, Kapolda Sulawesi Barat Brigjen Pol. Baharuddin Djafar Bupati Mamuju Hasbi Wahid, Dandim 1418 Mamuju dan sejumlah kepala instansi lainnya sepakat evaluasi musibah bencana banjir ini.

Brigjen Pol Baharuddin Djafar yang memandu jumpa pers ini. Di awal arahannya, jenderal polisi bintang satu ini mengatakan, tujuan jumpa pers ini untuk  mengevaluasi awal kejadian banjir pagi tadi yang terjadi di dua kecamatan yakni Mamuju dan Simboro Kepulauan (Simkep) Kabupaten Mamuju.

“Kegiatan ini kita lakukan untuk mengevaluasi kejadian banjir di dua kecamatan ini,” kata Brigjen Pol. Baharuddin Djafar.

Ia menuturkan, kejadian ini terjadi karena derasnya hujan tadi malam, sampai pagi. Banjir ini ada beberapa korban.

“Untuk sementara data yang ada di kita sampai saat ini berjumlah 85 orang. Kemudian kalau ada informasi tadi ada yang meninggal dunia, tapi sampai dengan detik ini belum ada yang meninggal,” jelas Kapolda Sulawesi Barat ini.

Baharuddin juga mengatakan, sampai detik ini belum ada korban jiwa. Namun, katanya, salah satu anggota kami, AIPDA Norman dari Sat Lantas Polres Mamuju dirujuk ke Makassar karena saat melakukan tugas dinas mengevakuasi korban, dia malah menjadi korban.

Ia juga mengatakan, kedatangan Gubernur Sulawesi Barat menandakan kalau Pemerintah Sulawesi Barat peduli, bahkan ia membawa Dinas PU-PR dan Dinas Sosial untuk bersama-sama menangani masalah kita ini.

Di tempat yang sama, Bupati Mamuju Hasbi Wahid juga menyampaikan, banjir terjadi diakibatkan hujan lebat.

“Setelah kami turun ke lapangan bersaman seluruh jajaran dan instansi terkait, dari hasil pantauan kami sejak pada jam 6 pagi, adalah waktu yang paling rawan. Ketinggian air mencapai satu setengah meter, diantaranya di jembatan Karema dan Simbuang,” jelas Habsi.

Habsi menyebut sekitar jam 6 sampai jam 8 pagi, “Itu waktu yang sangat rawan, dan alhamdulilah keadaan saat ini sudah mulai membaik.”

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR