Salah satu titik pengungsi di Mamasa kota, Mamasa, Kamis, 8 November 2018. (Foto: Frans)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Akibat gempa bumi yang terjadi Kabupaten Mamasa beberapa hari terkakhir ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa, Sulbar, memilih meliburkan sekolah.

Keputusan libur sekolah ini ditetapkan oleh Pemkab Mamasa sejak Kamis, 8 November 2018. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mamasa Frans Kila kepada kru laman ini ketika dikonfirmasi pada Rabu, 8 November.

“Aktifitas di kantor-kantor pemerintahan tetap jalan dengan kondisi seadanya, namun untuk sekolah susah mau jalan karena anak-anak sekolah trauma. Jadi untuk sementara kita liburkan sesuai kondisi,” kata Frans Kila melalui sambungan telepon tanpa kabel.

Ia juga mengatakan, sampai saat ini kami bersama Bupati Mamasa, Wakil Bupati Mamasa, Dandim, Kapolres, Camat, dan Kepala-kepala Desa mau rapat untuk  satukan pendapat, satu informasi karena ada sering ada informasi berbeda-beda yang mengganggu ketentraman masayakat.

“Kami sedang persiapan untuk menyatukan pendapat untuk satu informasi keluar, karena biasanya informasi yang berbeda itu sangat meresahkan masyarakat,” ujar Frans Kila.

Ia juga sampaikan, jika ada yang ingin bertemu kepala SKPD atau OPD di Mamasa, terkadang mereka itu berada di posko induk sebab memang mereka ditugaskan sebagai bagian dari tim di posko induk.

Data pengungsi yang ditangani Pemkab Mamasa sampai saai ini, sebut Frans, sudah berjumlah 10.646 orang. Itu mulai dari tanggal 3 November s.d 8 November.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR