Zakir Akbar, mantan Ketua Liga Mahasiswa Indonesia se-Yogyakarta, pernah bilang, “Dulu, kami dari mahasiswa UGM dan se-Yogyakarta yang terdepan mendobrak gerakan reformasi 98.

Tapi, ketika ada kebijakan dalam kampus—dari pihak rektorat atau fakultas misalnya—pasti kami demo di kampus, di depan rektorat. Demo di luar please ok, tapi kepentingan mahasiswa di kampus juga perlu diperjuangkan. ”

TRANSTIPO.com, Mamuju – Kapasitas baru Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Sulbar Masa Khidmat 2016-2018 dilantik di Auditorium Kantor Gubernur Sulbar, Sabtu, 7 Oktober 2016.

Pelantikan ini dihadiri oleh ratusan alumni, kader, dan anggota PMII Sulbar. Sebanyak 41 orang dalam badan pengurus harian PKC PMII Sulbar ini dilantik secara resmi oleh Ketua PB PMII Aminuddin Ma’ruf.

Tokoh NU Sulbar seperti Ismail Zainuddin, Sahabuddin Kasim, Suardi Mappeabang, dan Zahrir. Senior PMII juga hadir di auditorium pada Sabtu ini, seperti Yahya Hanafi, Bakri Bestari, Farid Wadji, Amran HB, dan Sukri Umar.

Joko Prianto, ketua panitia pelantikan, mengatkan, kader-kader dan alumni (senior) PMII yang ada di Mamuju dapat bekerja keras dan terus menjalin komunikasi yang baik untuk mencapai tujuan PMII.

Ketua baru PKC PMII Sulbar Sukiman, mengatakan, PMII hadir bukan hanya pelengkap saja, tapi PMII hadir untuk menjaga Negara ini dan mendorong kemajuan Sulbar.

“Saya tegaskan kepada kader untuk tak terlibat dalam politik praktis. Saya berharap kepada semua pengurus untuk tetap menjaga antara kader,” kata Sukiman.

Dalam laporan Sukiman, “Cabang yang ada di Sulbar berjumlah 5 cabang, dan 3 cabang yang defenitif dan masih ada 2 cabang lagi yang belum defenitif. Saya berharap kepada pengurus besar (PB) untuk mendefenitifkan karena sudah layak untuk defenitif sesuai dengan AD ART PMII,” tutup Sukiman.

Aminuddin Ma’ruf, Ketua PB PMII mengungkapkan, PMII adalah organisasi kaderisasi, objek kaderisasi adalah mahasiswa, mari kita kembali ke kampus untuk bersama-sama menjaga kaderisasi dan memajukan kaderisasi.

“Siapa yang keluar dari permainan utama maka itulah yang kalah. Jika PMII, IMM, HMI keluar dari kampus maka dialah yang kalah karena kampus adalah permainan utama,” tegas Aminuddin Ma’ruf.

Pelantikan Pengurus PKC PMII Sulbar periode 2016-2018, berlangsung di Auditorium Kantor Gubernur Sulbar, Sabtu, 7 Oktober 2016. (Foto: Andi Arwin)
Pelantikan Pengurus PKC PMII Sulbar periode 2016-2018, berlangsung di Auditorium Kantor Gubernur Sulbar, Sabtu, 7 Oktober 2016. (Foto: Andi Arwin)

Begitu pula, menurut Aminuddin, jika Ulama beralih ke politik praktis maka kita tak akan tahu lagi kemana masyarakat kita akan diaduh. Itulah tugas PMII untuk menjaga pesantren dan generasi bangsa ini.

Aminuddin Ma’ruf berharap bahwa anggaran yang ada di kabupaten dan provinsi untuk kesejahteraan masyarakat, itu yang perlu dikawal oleh kader PMII.

“Tugas PMII adalah untuk menjaga belanja daerah ini karena jangan sampai tak sampai kepada masyarakat. Jangan hanya digunakan untuk belanja pejabat yang ada di daerah,” kunci Aminuddin.

Ismail Zainuddin, dalam sambutannya mengatakan, saya berharap besar kepada kader PMII untuk mengawal segala kebijakan yang ada di daerah ini.

“Kebijakan itu adalah kepentingan rakyat. Saya harap kepada kader PMII untuk mengawal kebijakan itu,” kata Ismail Zainuddin, dalam sambutan singkatnya.

ANDI ARWIN

TINGGALKAN KOMENTAR