Lelaki Ahmad, bocah 15 bulan, kini terbaring di RS Regional yang diduga akibat menderita gizi buruk. Siang tadi, Kamis, 24 November 2016 diantar ke rumah sakit oleh ibunya, Emmi, atas bantuan Ado Mas'ud. (Foto: Andi Arwin)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Bermula dari cerita Amiruddin alias Shompak. Siang tadi, 24 November 2016, Shompak bercerita kepada Zakir Akbar dan Moh. Naim Samad. Kata Shompak, ada seorang bayi yang bernama Ahmad (15 bulan) sedang dirawat di RS Regional Sulbar.

Masih Shompak, yang ditirukan oleh Zakir Akbar, Ahmad terbaring di rumah sakit itu dengan ditunggui oleh ibunya, Emmi. Anak keenam Emmi ini menderita penyakit gizi buruk.

Emmi berasal dari Bebanga, Kecamatan Kalukku, Mamuju. Ahmad lahir pada 21 Aguatus 2015. Berat badan Ahmad tak lebih 3,4 kg.

Zakir Akbar (Ketua KKB PUS Indonesia) bersama Moh. Naim Samad (Ketua Ipmapus Sulbar) lalu tergerak menuju ke RS Regional. Awal malam tadi, sekitar pukul 20.30 wita, kadua lelaki ini mengabari laman ini bahwa beberapa pentolan muda PUS berangkat ke RS Regional, Mamuju, untuk menjenguk Ahmad.

Dari gambar yang berseliweran di beberapa grup WhatsApp, tampak pula Ado Mas’ud (Anggota DPRD Mamuju) dan sejumlah rekannya.

Zakir Akbar (kiri) bersama Ado Mas'ud (kanan) sedang berada di RS Regional, Mamuju, malam tadi, 24 Nobember, untuk menjenguk bocah Ahmad yang tengah terbaring sakit. (Foto: Andi Arwin)
Zakir Akbar (kiri) bersama Ado Mas’ud (kanan) sedang berada di RS Regional, Mamuju, malam tadi, 24 Nobember, untuk menjenguk bocah Ahmad yang tengah terbaring sakit. (Foto: Andi Arwin)

Menurut penjelasan Emmi—ibu Ahmad—anak ini punya kelainan sejak lahir. “Sampai sekarang tak bisa melihat, mendengar, dan yang lebih mengejukkan lagi karena hingga kini Ahmad belum pernah meneteskan air mata (menangis),” kata Emmi kepada laman ini, malam tadi.

Kata Emmi, Ahmad lahir melalui operasi sesar. “Siang tadi kami datang di rumah sakit ini dengan bantuan pak Ado’ Mas’ud. Kami langsung mendapat perawatan,” aku Emmi sembari mengusap kaki anaknya itu yang tengah terbaring.

Lanjut Emmi, sesuai jadwal besok pagi (Jumat, red) baru diperiksa oleh dokter ahli. “Kata perawat, penyakit ini hedrose palus,” kata Emmi.

Emmi menambahkan, waktu di kampung Ahmad sering diperiksakan ke Posyandu terdekat. “Tapi sampai saat ini belum ada perubahan,” katanya.

“Saya minta kepada teman-teman untuk mendoakan ananda Ahmad. Beri bantuan langsung juga boleh,” kata Ado Mas’ud di RS Regional sembari melempar pandang ke sekeliling ruangan di mana banyak anak-anak muda yang menyertainya.

Masih Ado, “Saya harap kepada adek-adek mahasiswa untuk mengawal anak ini selama di RS Regional ini. Ibu Emmi ini butuh difasilitasi dalam hal komunikasi kepada dokter, dan apa-apa saja kebutuhan lainnya.”

Kedatangan legislator Mamuju ini ke RS Regional juga tak lepas dari informasi yang dibacanya lewat medsos yang disebarkan oleh Shombak dan KKB Pus Indonesia.

“Setelah saya tahu informasi ini, maka saya langsung mengajak anak-anak untuk cari mobil. Harapan kita mudah-mudahan tak dirujuk, tapi kemungkiban terburuk jika dirujuk maka kita akan upayakan untuk membiayainya,” aku Ado Mas’ud, jujur.

RISMAN SAPUTRA/ANDI ARWIN

TINGGALKAN KOMENTAR