Ketua Pengurus Karang Taruna Sulawesi Barat Ahmad Istiqlal Ismail dan jajarannta dikukuhkan hari ini, Jumat, 9 Maret 2018 di Hotel Pantai Indah Mamuju, Sulawesi Barat. Pengukuhan ini turut dihadiri Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar, Sekprov Sulawesi Barat Ismail Zainuddin, dan Wakil Bupati Mamuju Irwan SP Pababari. (Foto: IST.)

Menurut ABM, lusa akan bertemu dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

TRANSTIPO.com, Mamuju – Sah. Kepengurusan Karang Taruna Sulawesi Barat masa bhakti 2017-2022 akhirnya resmi dikukuhkan oleh Gubernur Sulawesi Barat  Ali Baal Masdar (ABM) yang berlangsung di Hotel Pantai Indah Mamuju, Jumat, 9 Maret 2018, sekitar pukul 16.00 Wita.

Acara pelantikan pengurus Karang Taruna Sulawesi Barat ini juga dihadiri Sekretaris Jenderal Pengurus Karang Taruna Pusat Deden Siradjuddin, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Barat Ismail Zainuddin (IZ), Wakil Bupati Mamuju  Irwan SP Pababari serta beberapa pejabat Pemprov Sulawesi Barat lainnya.

Sebelum acara pelantikan berlangsung, ratusan pengurus Karang Taruna Sulawesi Barat—pula sejumlah tamu undangan—terlebih dahulu disambut tarian empat etnis daerah yang diperagakan tim Sanggar Seni Mamuju.

Ketua Pengurus Karang Taruna Sulawesi Barat Ahmad Istiqlal Ismail menyampaikan, pengurus Karang Taruna yang baru saja dikukuhkan merupakan representasi pemuda yang kreatif, inovatif yang siap bekerja dan berkarya untuk kepentingan daerah.

“Pengurus Karang Taruna ini akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengatasi persoalan kesenjangan sosial yang terjadi di masyarakat,” ucap Ahmad Istiqlal Ismail.

Istiqlal Ismail—kini aktif juga sebagai politisi muda PDI-P—berjanji siap mengibarkan bendera Karang Taruna dari hulu hingga hilir untuk mengurangi persoalan sosial yang terjadi di Sulawesi Barat.

Berdasarkan data Dinas Sosial Sulawesi Barat, ada 26 persoalan kesenjangan sosial yang dialami masyarakat sekarang ini seperti kemiskinan, anak terlantar, penyandang disabilitas, penderita HIV AIDS, dan beragam permasalahan lainnya.

Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar dalam arahannya menyebutkan, permohonan maaf jika proses pelantikan ini molor dari jadwal karena padatnya jadwal acara yang diikutinya—dari sejak pagi hingga jelang petang.

“Maaf saya terlambat,” kata ABM saat memasuki tempat pertemuan.

Di hadapan pengurus Karang Taruna Sulawesi Barat, ABM bilang, “Hari ini jadwal acara begitu padat, dan lusa saya akan bertemu dengan KPK. Tugas yang padat ini adalah bagian tugas kami selaku pemerintah.”

Pengurus Karang Taruna, kata ABM, memiliki posisi penting dalam mengisi dan melaksanakan tugas permasalahan sosial yang dihadapi masyarakat.

Jersey yang dikenakan pengurus Karang Taruna sore tadi memang agak mencolok warna ‘biru’. Tapi soal warna ini, ABM punya pandangan.

“Masalah warna baju Karang Taruna bukan masalah. Harus bedakan kontes politik dan organisasi sosial,” tutup ABM. Rilis

ANHAR

TINGGALKAN KOMENTAR