Sidang perdana Sekretaris KPU Sulawesi Barat Abdul Rahman Syam di Pengadilan Negeri Mamuju, Rabu, 13 Maret 2019. (Foto: Arisman)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Abdul Rahman Syam, Sekretaris KPU Sulawesi Barat, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Mamuju pada Rabu, 13 Maret 2019. Abdul Rahman diduga terkait kasus korupsi Alat Peraga Kampanye (APK) Pilgub Sulawesi Barat tahun 2017.

Sidang perdana Abdul Rahman Syam diketuai oleh Majelis Hakim Andi Adha, SH serta dua wakil anggota majelis yakni Yudikasi Waruwu, SH, MH dan Irawan Ismail, SH, MH.

Sebelum membacakan dakwaan oleh Jaksa Penuntut umum(JPU), majelis terlebih dahulu mempertanyakan tanggal lahir terdakwa yang tidak sesuai dalam berkas perkara.

Sementara pembacaan dakwaan dilakukan secara bergantian oleh JPU, Yusriana Yunus, SH bersama Andri Yuliana, SH, MH, dalam dakwaan terdakwa terdapat 11 halaman, di mana di dalamnya dijelaskan secara detail mulai dari tender hingga disebutkan perusahaan pemenang tender pada pengadaan alat peraga kampanye.

Tidak hanya itu, jaksa juga secara jelas menyebutkan nilai anggaran pengadaan setiap APK, bahkan jaksa menyebutkan dalam dakwaan bahwa dalam proses pengadaan APK tersebut dengan jelas ada kerugian negara Rp2,4 miliar berdasarkan hitungan dari BPKP Perwakilan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Diwawancarai di tempat yang sama, tim penasehat hukum terdawa Nasrun, SH mengungkapkan, setelah mencermati dakwaan tadi, ada materi dalam dakwaan yang kami sangat sayangkan, di mana tadi dibacakan di dalamnya menyebutkan saksi-saksi tersebut penuntutannya diajukan secara terpisah.

“Menurut kami, berarti ada tersangka baru selain klien kami, dan kami sangat menyesalkan terutaman dari penyidik semestinya jika ada tersangka selain terdawa  seharusnya bersama-sama diajukan ke pengadilan,” ungkap Nasrun.

Terkait permohoman penangguhan, Nasrun mengatakan sekiranya majelis hakim bisa mempertimbangkan karena alasan-alasan kami yang mengajukan  penangguhan itu, bahwa klien kami sampai hari ini masih menjabat selaku Sekretaris KPU Provinsi Sulbar yang tugasnya masih banyak yang harus diselesaikan.

ARISMAN

TINGGALKAN KOMENTAR