Anwar Adnan Saleh (tengah dengan gerakan Salam Tiga Jari) di d'Maleo Hotel, Mamuju, Senin sore, 30 Januari 2017. (Foto: Zulkifli)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Dalam salah satu acara Rapat Konsolidasi 3 Pilar PDIP Sulbar dengan tema, “Berjuang untuk Kesejahteraan Rakyat”, Gubernur Sulbar dua periode Anwar Adnan Saleh diberi kesempatan beri sambutan ‘khusus’.

Rapat konsolidasi ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri di ballroom d’Maleo Hotel, Senin sore, 30 Januari 2017.

Di awal sambutan, AAS—sapaan Anwar—mengajak seluruh kader beserta masyarakat Sulbar bersyukur dengan hadirnya Presiden ke-5 Indonesia di Sulbar ini. Kali pertama ibu Mega berkunjung ke kawasan barat Sulawesi ini, yakni pada 2004 lalu, tepatnya di Lapangan Pancasila, Pekkabata, Polewali, Polman.

Di saat itulah, untuk kali pertama, seorang Presiden Indonesia ‘menggaransi’ bahwa tuntutan perjuangan otonomi Sulbar akan segera terwujud. Dan, tak lama setelah itu, di tangan Megawati pula benar-benar Sulbar terbentuk sebagai sebuah provinsi di Indonesia.

“Saya mengajak kepada semua kader-kader PDIP dan seluruh rakyat Sulbar untuk bersyukur karena kita 10 tahun menunggu ibu Megawati hadir di Sulbar ini. Sore hari ini, beliau hadir di tengah-tengah kita. Ada penyesalan sedikit karena saya sudah lengser dari jabatan saya sebagai gubernur baru ibu Mega hadir di tengah-tengah kita,” kata AAS jujur sembari berseloroh yang mengundang tawa ibu Mega dan hadirin.

Sebagai seorang tokoh yang juga terlibat dalam pembentukan Provinsi Sulbar, Anwar juga tak lupa menyampaikan rasa syukur dari masyarakat Sulbar kepada Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri, karena di akhir-akhir jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia, beliau menandatangani Ampres (Amanat Presiden) pembentukan Provinsi Sulbar.

“Perkenankan saya menyampaikan rasa syukur masyarakat Sulbar karena provinsi ini lahir dan hadir berkat buah tangan dingin dari seorang Presiden ke-5 Republik Indonesia ibu Megawati Sukarnoputri. Hampir dua tahun empat bulan saya berada dalam proses perjuangan pembentukan provinsi ini. Kami hampir putus asa. Hampir patah arang. Tapi, di hari terakhir menjadi Presiden Republik Indonesia, beliau membubuhkan tanda tangan berupa Amanat Presiden pembentukan Provinsi Sulawesi Barat,” urai Anwar Adnan Saleh.

AAS juga sempat mengulang kisah pendek tentang pemecatannya dari Partai Golkar karena memenangkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) pada Pilpres 2014 lalu. Pasangan di Pilpres ini tak didukung oleh Partai Golkar.

“Hampir 10 tahun memang saya menjadi Ketua Golkar di Sulbar. Tapi, sejak Pilpres 2014 saya dipecat dari Partai Golkar karena memenangkan Jokowi-JK. Bukan hanya menang, tapi Sulbar merupakan persentase tertinggi perolehan suara Jokowi-JK dari 33 provinsi di Indonesia. Itu karena kerja sama saya bersama seluruh kader-kader PDIP yang ada di Sulbar. Bukan karena partai Golkar, Partai Golkar itu masa lalu, sudah tidak ada lagi,” jelas AAS yang disambut tepukan hadirin.

Anwar juga minta kepada seluruh kader PDIP di Sulbar, “Sudah saatnya kader PDIP yang memimpin Sulbar lima tahun ke depan,” tegas Anwar di hadapan Megawati.

“Karena itulah saya rela tarik istri saya dari DPR-RI untuk turun menjadi calon Wakil Gubernur Sulbar mendampingi Ali Ball Masdar, calon Gubernur Sulbar—periode yang ketiga setelah saya,” aku Anwar.

Di akhir sambutannya, Anwar minta kepada Ketua Umum PDIP agar mengarahkan seluruh kader-kader untuk mendukung penuh calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar yang diusung oleh partai PDIP—dan 6 partai lainnya.

“Harapan saya, mohon kepada ibu Megawati untuk mengarahkan seluruh kader-kader PDIP di Sulbar ini agar mendukung penuh Paslon Nomor 3 ini (ABM-Enny). Saya tidak bisa gambarkan, tapi Insya Allah hasil survei saat ini Nomor 3 ini tertinggi dari dua calon lainnya. Dengan hadirnya Ibu Megawati di Sulbar akan memberi spirit bagi seluruh pendukung Nomor 3 untuk menang jadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar untuk 5 tahun ke depan,” kunci AAS.

ZULKIFLI

TINGGALKAN KOMENTAR