Kepala BI Perwakilan Sulbar Dadal Angkoro (kiri) bersama Bupati Mamuju Habsi Wahid, Mamuju, Rabu, 1 November 2017. (Foto: Humas Pemkab Mamuju)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Kabupaten Mamuju memiliki potensi budidaya rumput laut yang terbilang besar. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Mamuju Lukman Sanusi menyebut, terdapat kurang lebih 3.276 ha luas potensi yang tersebar di Kabupaten Mamuju.

Dari angka tersebut, kata Lukman Sanusi, yang sudah dikelola hanya kisaran 440 ha.

Lukman mengatakan, di tahun 2017, DKP Mamuju fokus pada program budidaya. Terbukti dengan digelarnya panen raya dan penyerahan bibit rumput laut sebanyak 48 ton kepada 20 kelompok tani asal Kecamatan Mamuju dan Kecamatan Kalukku yang berlangsung di Desa Tadui, Kecamatan Mamuju, Rabu, 1 November 2017.

Adapun rumput laut yang dipanen tersebut merupakan hasil dari bantuan Bupati Mamuju Habsi Wahid di tahun 2016.

Menurut Lukman, usaha budidaya rumput laut sangat layak. Jika dikalkulasi, rata-rata perkelompok memproduksi 20 ton perhektar dalam 45 hari, sedangkan harga terrendah rumput laut Rp. 2.000,- perkilogram. Sehingga rata-rata pendapatan dalam satu kali panen sebesar Rp. 2.500.000 ,- per RTP (rumah tangga perumahan).

“Panen raya dan penyerahan bibit ini dilakukan agar menjadi motivasi dalam peningkatan produksi rumput laut. Ini juga sekaligus promosi kepada investor tentang kawasan produksi dan pengolahan rumput laut. Di Mamuju, masih ada sekitar 2.000 ha lebih kawasan yang belum dikembangkan. Inilah harapan kita agar ke depan bisa dimanfaatkan,” jelas Lukman.

Terkait potensi yang ada, Bupati Mamuju Habsi Wahid mengakui prospek budidaya rumput laut sangat menjanjikan, tinggal bagaimana membuat program yang terpadu antara keterampilan petani dan bantuan sarana dan prasarana.

Habsi menyebut, setiap tahun pemerintah memiliki program pemberian bantuan berupa bibit, perahu, mesin katinting dan alat pendukung lainnya.

Bupati Mamuju Habsi Wahid sedang memegang rumput layut di atas sebuah perahu katinting, Mamuju, Rabu, 1 November 2017. (Foto: Humas Pemkab Mamuju)

“Kami harap nelayan ini bisa kerjasama antar kelompok supaya setiap bantuan yang ada dapat dimanfaatkan dengan baik,” harap Habsi Wahid.

Acara panen raya tersebut turut dihadiri oleh Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Sulbar Dadal Angkoro.

Habsi mengatakan, sengaja mengundang pihak BI agar dapat mengenali potensi rumput laut di Mamuju yang tentu akan dikembangkan—dan tentu pula memerlukan bantuan pendanaan.

“Insya Allah kami juga akan mencoba menjaring para investor yang bisa mengembangkan budidaya rumput laut ini menjadi suatu industri,” tutup Habsi Wahid.

Adapun rincian kelompok tani yang menerima bantuan bibit rumput laut, yakni: 4 kelompok dari Desa Tadui, 4 kelompok dari Desa Karampuang, 3 kelompok dari Desa Bambu, 4 kelompok dari Desa Bebanga, 3 kelompok dari Desa Sinyonyoi, dan 2 kelompok dari Desa Kabuloang.

DIAN HARDIANTI LESTARI Kontributor

TINGGALKAN KOMENTAR