Pengungsi korban gempa dan tsunami Palu-Donggala, Sulawesi Tengah, tiba di Mamuju pada pukul 09.30 WITA, Selasa, 2 Oktober 2018. (Foto: Arisman)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Sekitar pukul 09.30 WITA pagi, Selasa, 2 Oktober 2018, ratusan pengungsi korban gempa dan tsunami di Palu-Donggala, Sulawesi Tengah, tiba di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).

Setibanya di Mamuju, para pengungsi dari Sulawesi Tengah ini dibawa ke Pendapa Rumah Jabatan (Rujab) Wakil Bupati Mamuju di Jalan Ahmad Kirang.

Keterangan yang diperoleh kru laman ini disebutkan, pengungsi ini akan melajutkan ke kampung asal mereka di sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan, seperti Kabupaten Pinrang, Kabupaten Sidrap, Kota Makassar, Palopo dan daerah lainnya di Provinsi Sulawesi Selatan.

Menurut keterangan Kapolda Sulbar Brigjen Pol Baharuddin Djafar, jumlah pengungsi saat ini yang tiba di Mamuju sebanyak 197 orang. Kemungkinan akan mengalami penambahan.

“Para pengungsi hanya singgah beristirahat dan akan melanjutkan perjalanan menuju kampung sanak saudaranya yang ada di Sulawesi Selatan,” ungkap Kapolda Sulbar Brigjen Pol Baharuddin Djafar.

Habsal (25), salah seorang pengungsi menuturkan bahwa selama perjalanan dari Palu menuju Mamuju sangat sulit karena banyaknya jalan yang mengalami kerusakan.

“Kami dari daerah Tenggede, Palu, kesini lewat gunung dan hutan pakai mobil pickk-up. Di kelompok kami berjumlah 15 orang,” ujar Habsal kepada kru laman ini.

Masih menurut Habsal, kami akan melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Sidrap, dan ada juga yang tujuan Kabupaten Pinrang.

“Saya mau ke Sidrap pak, di daerah Botoeh. Di sana banyak keluargaku,” aku Habsal.

Sebelum meninggalkan kota Palu, kisah Habsal, kota itu lumpuh total, bagaikan kota yang tidak memiliki kehidupan.

“Di sana lumpur sudah keluar dari tanah. Ada satu kampung tertutup oleh tanah lumpur dan sebagiannya tenggelam,” kisah Habsal.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR