Beberapa warga Mamasa tampak sedang antri saat Grand Opening (pembukaan) toko berjaringan Alfamidi di kota Mamasa, Jumat, 20 Januari 2017. (Foto: Frendy Cristian)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Seperti yang telah ditulis laman ini kemarin (Jumat, 20 Januari, red), hari ini transtipo.com akan menampilkan hasil reportase baru terkait reaksi pedagang lokal Mamasa terhadap hadirnya toko Alfamidi di kota Mamasa.

Beberapa pihak mengaku kepada laman ini bahwa dengan hadirnya Alfamidi di Mamasa akan mengancam eksistensi pedagang kecil. Pedagang ini milik warga lokal Mamasa.

Kehadiran toko Alfamidi di Mamasa menuai khwatiran sejumlah pedangang dan pemilik toko yang ada di Mamasa. Mereka menilai Alfamidi merupakan milik perusahaan besar, yang konon, mudah memainkan harga sebagaimana yang diberitakan sejumlah media di Mamasa, beberapa hari sebelumnya.

Namun hal itu ditepis oleh pihak pihak Alfamidi. Kepala toko Muh. Risal mengatakan, kehadiran Alfamidi bukanlah ancaman bagi toko dan pedagang di Mamasa.

“Saya pikir tidak ada ancaman terhadap para pedagang dan toko yang ada di Mamasa. Alfamidi sendiri punya program, di mana Alfamidi itu bisa bekerjasama dengan toko-toko atau mini market lain sebagai penyedia barang, seperti barang-barang kartonan yang harga barang kartonnya lebih murah,” jelas Muh. Risal kepada laman ini, Jumat siang, 20 Januari 2017.

Selain itu, Muh. Risal juga menuturkan, Alfamidi akan membuka seleksi karyawan untuk orang Mamasa.

“Rencananya, hari Senin nanti kita akan buka seleksi karyawan khusus untuk toko Mamasa. jadi karyawan dari Mamasa yang sudah ikut seleksi dan training akan ditempatkan di sini,” aku Risal.

Risal pula tegaskan, “Terkait izin operasi Alfamidi yang ada di Mamasa, semua sudah lengkap.”

FRENDY CRISTIAN

TINGGALKAN KOMENTAR