Ratusan warga Talipuki, Kelurahan Mambi yang mendatangi Polres Mamasa, Rabu 17 Desember 2017. (Foto : Frendy)

TRANSTIPO.com, MamasaRatusan warga Kelurahan Talippuki, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa mendatangi Kantor Polres Mamasa untuk mempertanyakan proses hukum atas meninggalnya almarhum Abdullah Taslim alias Daeng Lasigi, yang saat ini sedang berproses di Polres Mamasa.

Korban Abdullah Taslim, meninggal dunia di Mambi pada Rabu, 13 Desember 2017. Sebelumnya, salah seorang rekan korban menyampaikan kepada keluarga korban bahwa korban meninggal akibat terjatuh dari mobil saat mengisi bahan bakar.

Namun, setelah keluarga melihat luka yang dialami korban, ada luka pada sekujur tubuh termasuk pada bagian kepala serta bagian leher yang patah, membuat keluarga curiga akan adanya kemungkinan motif lain di balik meninggalnya Abdullah Taslim atau Daeng Lasigi itu. Sehingga pihak keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mambi.

“Kami pihak keluarga mencurigai adanya motif lain atas meninggalnya Abudullah Taslim, bukan terjatuh dari mobil. Sehingga kami melaporkan kejadian itu ke Polsek Mambi beberapa waktu lalu. Namun, karena tidak ada proses yang cepat dilakukan pihak Polsek Mambi sehingga kami melapor ke Polres Mamasa,” ungkap Syarifuddin, salah seorang keluarga korban, di Mamasa, Rabu, 17 Desember 2017.

Kedatangan keluarga korban Abdullah Taslim, di Kantor Polres Mamasa, menanyakan laporan yang sudah dimasukkan beberapa waktu lalu, sekaligus memberikan dukungan kepada pihak kepolisan dalam mengusut kasus tersebut.

Kasat Reskrim Polres Mamasa AKP. Yan Kasmariyanto mengatakan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.

“Pemerikasaan saksi–saksi sementara kami lakukan. Olah TKP sudah dilakukan dengan mengamankan sejumlah barang bukti yang ada di TKP,” ungkap  AKP Yan Kasmariyanto.

Berdasarkan keterangan Yan, saat ini pihak kepolisian telah mengamankan salah seorang yang diduga pelaku atas nama Ondong.

“Untuk sementara pelaku dikenakan pasal 359 KUHP atas kelalaian menghilangkan nyawa orang,” ujar Yan.

FRENDY CHRISTIAN

TINGGALKAN KOMENTAR