Sejumlah mahasiwa sedang melakukan aksi unjuk rasa tepat pada HUT Mamasa ke-16, Senin, 12 maret 2018. (Foto: Frendy Christian)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Peringatan hari jadi Kabupaten Mamasa yang ke-16, diwarnai aksi unjuk rasa oleh sekelompok mahasiswa yang mengatasnamakan diri Aliansi Mahasiswa Peduli Kesejahteraan (AMUK). Mereka melakukan aksi sebagai refleksi 16 tahun Kabupaten Mamasa.

Aksi unjuk rasa ini dilakukan di simpang lima kota Mamasa usai upacara peringatan HUT Mamasa ke-16, Senin, 12 Maret 2018.

Puluhan Mahasiswa dari berbagai lembaga seperti Liga Mahasiswa Nasionall Demokrasi (LMND), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), tergabung dalam Aliansi Mahasisiwa Peduli Kesejahteraan menuntut kepada Pemerintah Kabupaten Mamasa, antara lain:

  1. Mencabut dan membekukan izin pasar modern yang dinilai tidak sesuai dengan aturan dan melemahkan perekonomian masyarakat.
  2. Meminta pemerintah daerah untuk memberikan sarana dan prasarana yang layak untuk menjamin keamanan dan kenyamanan para pedagang kaki lima (PKL).
  3. Menuntut pemerintah daerah untuk memprioritaskan para pengusaha lokal yang telah ada sebelum renovasi dan relokasi pasar tradisional.
  4. Memberikan hak pendidikan bagi siswa dan siswi yang putus sekolah di Kabupaten Mamasa.
  5. Menuntut pemerintah untuk melakukan penambahan tenaga ahli di RSUD Kodosapata Mamasa.
  6. Mendesak pemerintah untuk memprioritaskan pembagunan infrastruktur jalan penghubung antar-kecamatan dan desa di Kabupaten Mamasa.
  7. Mengajak masyarakat untuk menolak isu SARA dan politik uang jelang Pilkada Mamasa.
  8. Mendesak para penegak hukum mulai dari KPK, Polri, Kejati untuk segera menindaklanjuti semua laporan tindak pidana korupsi.

Selain membagikan selebaran kepada pengguna jalan, puluhan mahasiswa ini juga membakar sejumlah ban bekas di tengah jalan hingga sempat memacetkan arus kendaraan.

Sekitar dua jam aksi itu berlangsung, dan setelah itu mereka membubarkan diri dengan tertib.

FRENDY CHRISTIAN

TINGGALKAN KOMENTAR