Kapolres Mamasa AKBP Hanny Andhika (kiri) sedang tunjukkan barang bukti hasil penangkapan politik uang yang diduga dilakukan oleh oknum Cakades dan dua rekannya di Desa Tawalian Timur, Kecamatan Tawalian, Mamasa, dalam sebuah jumpa pers di Aula Mapolres Mamasa, Rabu, 19 April 2017. (Foto: Frendy Cristian)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Kepala Polisi Resort (Kapolres) Mamasa AKBP Hanny Andhika gelar jumpa pers di Aula Mapolres Mamasa, Kamis, 20 April 2017, pukul 17.00 wita hingga 18.00 wita.

Hanny Andhika mengatakan bahwa pihak Polres Mamasa telah menangkap pelaku politik uang di Desa Tawalian Timur, Kecamatan Tawalian, Mamasa. Pembagian uang oleh oknum ini bertujuan memengaruhi warga desa untuk memilih kandidat calon kades di desa itu.

“Hal ini berdasarkan laporan nomor polisi LP.02/IV/2017 dalam perkara dugaan tindak pidana memberi atau menjanjikan sesuatu, menyuap sesorang untuk tidak memakai hak pilihnya atau memakai hak pilihnya. Tindakan ini diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan penjara sebagaimana terdapat dalam pasal 9 ayat 1 dan 2 KUHP Pidana,” kata Kapolres Mamasa Hanny Adhika.

Lanjut Hanny, ada tiga pelaku yang ditangkap dan sudah diamankan berdasarkan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Dari tim OTT Polres Mamasa telah mengetahui idengtitas pelaku, masing-masing berinisial CN, MT dan MR. Ketiganya adalah penduduk asli Desa Tawalin Timur.

“Pelaku menerima uang sejumlah Rp. 4.500.000 dari seseorang yang diduga merupakan salah seorang calon kepala desa. Uang tersebut diberikan kepada JN sebanyak 16 amplop masing-masing berisi uang Rp 200 ribu sampai Rp 400 ribu. Jadi total seluruhnya Rp 4,5 juta. Kemudian JN memberikan uang kepada warga yang namanya sudah tercantum pada amplop yang diserahkan itu atau disesuaikan dengan jumlah pemilih dalam rumah yang bersangkutan,” jelas Hanny.

Hanny Andhika ceritakan kronologinya.

“Awalnya penandatanganan fakta integritas oleh setiap calon kades (Cakades). Tim kami bergerak ke desa untuk memantau apakah fakta integritas yang telah disepakati berjalan dengan sebaik-baiknya. Namun di saat perjalanan, tim kami mendapatkan informasi kalau seseorang (Cakades) diduga melakukan pembagian uang ke pemilih. Tim kami lalu coba dalami. Akhirnya diketahui bahwa pasca penandatanganan pakta integritas itu terjadi penitipan amplop. Tim kami mengikuti JN. Memang ditemukan di suatu tempat—di dekat sawah di atas sebuah rumah tetangga JN—telah membagikan uang kepada MR dan MT. Pesannya, uang tersebut dari seorang Cakades yang akan dipilih. Jadi tim kami menemukan ketiganya sedang membagikan uang dan seketika itu langsung ditangkap,” jelas Hanny.

Kapolres Mamasa AKBP Hanny Andhika (tengah) sedang gelar jumpa pers di Aula Mapolres Mamasa, Rabu, 19 April 2017. (Foto: Frendy Cristian)

Dari tangan pelaku ditemukan barang bukti berupa uang sebesar Rp 4,5 juta ditaruh dalam 16 amplop. Berdasarkan penangkapan ini pihak Polres Mamasa akan terus melakukan pengembangan terhadap desa yang diduga rawan terjadi tindak kecurangan politik uang.

Sementara menurut ketua panitia Pilkades Kabupaten Mamasa Muh. Amin, jika terbukti melakukan pelanggaran money politic maka akan dilakukan pengguguran calon,.

“Jadi kalau calon kades hanya ada dua, maka kita akan lakukan penundaan pemilihan pada desa yang bersangkutan, dan akan dilakukan perekrutan ulang calon kades di desa bersangkutan,” kata Amin.

Masih Amin, setelah ada bukti dari pihak kepolisian, maka akan dilakukan diskualifikasi bagi calon yang melanggar.

FRENDY CRISTIAN

TINGGALKAN KOMENTAR