Pasar Barra-bara, Mamasa, dipotret pada Maret 2017. (Foto: Frendy Cristian)

Persaingan pasar di Mamasa kian kencang. transtipo.com menuliskannya untuk Anda, Pembaca yang Budiman.

TRANSTIPO.com, Mamasa – Di tengah Pemkab Mamasa  berupaya menghidupkan aktivitas di pasar tradisional  Barra-barra, kini justru hadir sebuah pasar tradisonal. Pasar baru ini milik swasta. Terdapat di Batu Lappa, Desa Buntubuda, Mamasa.

Jarak antara pasar yang baru dibangun ini dengan pasar swasta lainnya, yang tak lain adalah milik pengusaha Zainal Tayyeb, tak lebih 100 meter. Maka jadilah kedua pasar swasta ini bersanding secara dekat.

Hadirnya pasar baru di Batu Lappa itu, kini terbilang ramai. Tampak dipadati oleh penjual dan pembeli. Salah seorang penjual di pasar baru itu yang sempat dikonfirmasi oleh kru laman ini pada Selasa, 11 April lalu—yang tak bersedia ditulis namanya—mengatakan, sangat senang menjual di pasar baru ini karena ramai pembeli.

“Kita senang menjual di sini, langsung bayak pembeli di banding saat kita berada di pasar lama yang dekat taman kota. Dulu, di sana itu, setiap saat selalu datang Satpol PP merasia, meminta kita untuk tak berjualan di situ,” kata sumber laman ini.

Namun kehadiran pasar baru di Batu Lappa itu juga menuai sanggahan. Dari sumber terpercaya mengatakan, sangat disayangkan lantaran pasar baru itu belum mengantongi izin.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) David. Katanya, pihaknya belum pernah menerima permohonan izin dari pengelola atau pemilik pasar di Batu Lappa yang berlokasi di Desa Buntubuda itu.

“Saya belum pernah mendapat laporannya, bahkan staf di kantor pernah bilang jika formulir untuk pengurusan surat izin pun belum pernah diambil,” jelas David saat  dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa siang, 11 Maret 2017.

Selain itu, David juga menjelaskan bahwa meskipun usaha sudah beroperasi namun tetap disurvei lebih dulu sebelum diterbitkan surat izin, termasuk peninjauan analisis dampak lingkunganya atau AMDAL-nya.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Mamasa, Yahyadin Karim, mengatakan, pihaknya sampai saat ini belum pernah menerima laporan atau kordinasi dari pihak pengelola pasar dimaksud.

Menurut Yahyadin, saat ini pihaknya fokus melakukan relokasi pedagang yang ada di pasar lama agar dapat pindah ke Pasar Barra-barra’—pasar milik Pemkab Mamasa.

FRENDY CRISTIAN

TINGGALKAN KOMENTAR