Sebuah truk terjatuh ke sungai saat mengangkut para pengungsi akibat gempa yang terjadi di Kabupaten Mamasa. Kejadian beberapa waktu lalu ini mengakibatkan korban jiwa. (Foto: Net.)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) berharap ada bantuan dari pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Gempa bumi yang melanda Kabupaten Mamasa beberapa bulan lamanya pada 2018 dan gempa itu masih kerap terjadi pada Januari 2019. Gempa di Kabupaten Mamasa itu mengakibatkan kerusahan bangunan: berat, sedang, dan ringan. Yang tidak bisa diukur adalah gangguan psikologis bagi warga.

Dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Rabu, 9 Januari 2019, Kepala Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamasa Daud Sattu menyebutkan, proposal kami sudah masuk di BNPB tapi sampai sekarang belum ada realisasinya.

“Sudah 2 proposal yang kami ajukan ke BNPB tapi belum ada realisasinya,” sebut Daud Sattu.

Katanya, proposal pertama untuk tanggap darurat sebesar Rp400 juta, proposal kedua sekitar Rp2 miliar yang akan diperuntukkan bantuan perbaikan bangunan yang rusak.

Daud Sattu bilang, pihaknya aktif komunikasi ke pihak BPBN di Jakarta. “Tapi terkadang nomor ponsel yang kami hubungi tidak aktif.”

Ia berharap ada perhatian Kabupaten Mamasa dari BNPB.

Hal senada Bupati Mamasa Ramlan Badawi mengatakan, “Kita akan dibantu sesuai kemampuan yang ada, dan sampai sekarang kita hanya menunggu.”

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR