Salah satu pemandangan indah di Kabupaten Mamasa. (Foto: Frendy)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Puluhan mahasiswa dan pemuda yang tergabung Dalam Gerakan Pemuda Mahasiswa Peduli Kabupaten Mamasa melakukan demonstrasi pada, Jumat siang, 9 Juni 2017.

Mahasiswa ini nilai ‘rapor merah’ kinerja Pemkab Mamasa, salah satunya—kata mereka—lapangan kerja tak tersedia di Mamasa.

Dalam orasinya, mahasiswa Mamasa sebut agar pasar tradisional difungsikan secara maksimal dan menolak relokasi (pemindahan) pasar secara sepihak tanpa melibatkan unsur masyarakat, termasuk mahasiswa dan pemuda.

Sekumpulan mahasiswa ini juga tuntut pelayanan dan fasilitas kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Kondosapata. Termasuk pengadaan asrama mahasiswa di Kabupaten Mamasa.

Soal pembangunan asrama mahsiswa ini sudah pernah dibicarakan antara mahasiswa dan Pemkab Mamasa di Makassar, Sulsel, pada 5 Mei lalu.

Tuntutan lainnya: peningkatkan pelayanan dan fasilitas pendidikan; transparansi alokasi APBD; dan menolak issu SARA dan politik uang dalam setiap perhelatan politik.

Koordinator lapangan, Taufik Rama W, mengungkapkan, perlu perhatian yang serius oleh Pemkab Mamasa dalam peningkatkan kesejahteraan dan pelayanan kepada masyarakat Mamasa.

Aksi demo ini dimulai di simpang lima dan berakhir di Kantor DPRD Mamasa. Di kantor dewan itu, mahasiswa tak secepatnya diterima oleh anggota dewan, karena itu mereka kesal (baca: marah) dan hendak memaksakan diri masuk ke gedung utama dewan.

Dengan luapan emosi yang meninggi itu, nyaris terjadi bentrok antara mahasiswa dengan aparat kepolisian yang berjaga-jaga.

Kehadiran Sekretaris DPRD Mamasa, Puabonga, di tengah-tengah mahasiswa membuat suasasa dingin. Puabonga menyilahkan mereka masuk ke ruang aspirasi gedung dewan.

Di sana mereka diterima oleh Ketua Komisi I DPRD Mamasa Ely Sambominanga dan legislator Aco Mea Amri.

Dalam dialog itu, Ely Sambominanga berjanji akan menindaklanjuti tuntutan mahasiswa. “Kami akan tindaklanjuti tuntutan adek-adek mahasiswa, dan kami akan agendakan dalam rapat kerja bersama OPD Pemkab Mamasa,” kata Ely.

Setelah itu, aksi ini dilanjutkan di Kantor Bupati Mamasa.

FRENDY CRISTIAN

TINGGALKAN KOMENTAR