Sejumlah simpatisan kotak kosong yang hadir saat konsolidasi, Sabtu 22 Februari 2018. (Foto : Frendy )

TRANSTIPO.com, Mamasa – Pendukung ‘kotak kosong’ kembali menggelar konsolidasi rakyat untuk menangkan ‘kotak kosong’ di Pilkada Mamasa, Juni mendatang. Konsolidasi dilaksanakan di Lapangan sepak bola Mamasa, Sabtu, 10 Februari 2018.

Konsolidasi demokrasi rakyat Mamasa untuk pemenangan ‘kotak kosong’, difasilitasi sejumlah tokoh-tokoh politik serta praktisi hukum asal Mamasa yang tergabung dalam Laskar Kotak Kosong, yang menghadirkan ribuan masyarakat dari berbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Mamasa.

Di hadapan massa simpatisan ‘kotak kosong’, tokoh-tokoh Laskar Kotak Kosong mengajak semua masyarakat Mamasa agar mencoblos dan memenangkan ‘kotak kosong’ pada Pilkada Mamasa mendatang.

Tampak sejumlah tokoh dalam kegiatan konsolidasi ini, seperti Dr. HM. Said Saggaf, Obed Nego Depparinding, David Bamba Layuk, Joni Ma’dika, Rocky Paotonan, Edy Muliono Pualillin, Dr. Urbanisasi, Ir. Linggi, serta sejumlah tokoh-tokoh masyarakat lainnya di Kabupaten Mamasa.

“Berangkat dari keprihatinan sebagai putra daerah yang berada di luar, mendengar Mamasa dalam peluang lima tahun sekali, tentu tidak bisa dibiarkan berlalu begitu saja. Karena namanya demokrasi adalah kebebasan rakyat, di mana hak mereka harus tersalurkan sesuai demokrasi di Indonesia yang memberikan kebebasan kepada rakyat,” ujar Dr. Urbanisasi, salah satu tokoh muda Mamasa yang bekerja sebagai pengacara di Jakarta, saat dikonfirmasi seusai kegiatan deklarasi tersebut.

Dr. Urbanisasi saat menyampaikan orasi politiknya, Sabtu, 11 Februari 2018. (Foto: Frendy)

Lanjut Dr. Urbanisasi mengatakan, terjadinya calon tunggal adalah upaya pembungkaman demokrasi di Mamasa, di mana partai politik sebenarnya bisa saja terbagi kepada paslon lainnya.

Namun, katanya, ada paslon yang melakukan segala upaya untuk “memborong partai”, sehingga hal itu tidak sesuai dengan etika sebagai orang Mamasa serta tidak memberikan pendidikan politik yang baik bagi masyarakat Mamasa.

“Perjuangan rakyat untuk memenangkan kotak kosong adalah sebuah wadah yang ada saat ini. Ketika masyarakat menginginkan adanya perubahan yang hanya datang sekali dalam lima tahun, tapi jika dilewatkan maka tujuh tahun lagi akan mengalami hal yang serupa,” kata Urbanisasi.

Mantan Bupati Mamasa– yang pertama– Dr. HM Said Saggaf menuturkan, dirinya tidak setuju jika hanya satu pasangan calon di Pilkada Mamasa karena tidak memberikan ruang demokrasi kepada masyarakat.

“Saya menghimbau kepada masyarakat Mamasa untuk memenangkan kotak kosong karena tidak ada jalan lain memperjuangkan aspirasi masyarakat Mamasa selain kotak kosong,” ujar Said Saggaf.

Menanggapi hal itu, Sekertaris DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Juan Gayang Pongtiku mengatakan, partai tentu punya pertimbangan matang dalam mengusung calon, salah satunya adalah kemenangan, apalagi undang-undang Pilkada membenarkan adanya calon tunggal.

“Lebih baik melanjutkan apa yang ada daripada memulai dari awal. Pembangunan tidak semudah membalikkan telapak tangan, tapi semuanya membutukan proses,” tutur Juan yang dikonfirmasi melalui layanan WhatsApp, Minggu, 11 Februari 2018.

FRENDY CHRISTIAN

TINGGALKAN KOMENTAR